Ciduk Penadah Sepeda Motor Curian

PASTIKAN: Kedua orang tua korban (tengah) Sutrisno dan Isnaini saat memastikan keberadaan sepeda motor milik putranya yang sudah diamankan.

KEPANJEN - Muhammad Afandi alias Gandut, 32 tahun warga Dusun Klakah, Desa Patok Picis, Kecamatan Wajak harus menjalani pemeriksaan petugas karena diduga kuat sebagai penadah sepeda motor korban pembunuhan siswa SMK PGRI 2 Kota Malang Edwin Trio Febrian, 18 tahun warga Kasin Jaya Gang IV RT12 RW01, Kecamatan Sukun, pada 7 Mei 2014 lalu.
Selain mengamankan pelaku tanpa perlawanan di rumahnya pada Minggu pagi kemarin, petugas juga menyita sepeda motor Honda Vario N 2458 CD yang Nopol (Nomor Polisi) nya sudah dirubah menjadi N 2140 GN.
“Untuk sementara masih diperiksa dan dikeler anggota,” kata Kanit Buser Polres Malang, AKP Z Daud Patty singkat di ruang kerjanya.
Diperoleh keterangan, Afandi mendapatkan kendaraan itu dari seseorang yang bernama Sirman warga Desa Dawuhan, Kecamatan Poncokusumo. Anak ke empat dari empat bersaudara yang tinggal bersama orang tuanya itu, didatangi Sirman seraya menawarkan motor roda dua blong-blongan (tanpa surat STNK dan BPKB) seharga Rp 1,5 juta.
Dari transaksi itulah, kemudian motor pindah tangan kepada Afandi. Sementara transaksi jual beli motor dengan Sirman, hanya sekali itu dilakukannya. Terkait dengan kendaraan yang digunakan adalah hasil pembunuhan, masih belum dikembangkan kepada Afandi.
Sebelum melakukan penangkapan terhadap tersangka, Afandi sebenarnya sudah dicurigai oleh anggota Buser Polres Malang. Karenanya, Sabtu malam hingga Minggu dini hari, anggota melakukan penyanggongan rumahnya. Baru paginya, pelaku didapati pulang dengan sepeda motor Vario tersebut. Kontan, pria yang diketahui putus sekolah sejak kelas VI itu, langsung dilakukan penangkapan.
Kedua orang tua korban, Sutrisno dan Isnaini, yang kemarin mendatangi ruang Buser Polres Malang, mengatakan kalau dirinya hanya diminta memastikan bahwa barang bukti sepeda motor yang diamankan benar milik keduanya. Karena alasan itulah, mereka mendatangi Mapolres Malang. Hasilnya, memang benar bahwa kendaraan yang dipakai Edwin saat meninggalkan pada 6 Mei lalu, sudah diamankan polisi.
“Iya, memang ini kendaraannya. Meski ganti Nopol, namun memang ini motornya. Lampu depannya ini, warnanya beda yakni kuning dan biru. Sementara dek motor, aslinya merah dan sekarang ditutupi warna agak gelap. Surat-surat kendaraan ini malahan atas nama saya,” ujar Isnaini saat bersama suaminya usai diminta keterangan singkat di ruang Buser Polres Malang.
Sebagaimana diberitakan, Edwin ditemukan tidak bernyawa di jurang Gladak Perak, Kabupaten Malang, pada Selasa (6/5) pagi. Pelajar tersebut, ditemukan tanpa kendaraan yang dikendarainya atau terakhir keluar rumah pada Senin (5/5) malam, dengan mengendarai motor Honda Vario N 2458 CD. (sit/aim)