Gandut Hanya Dikenakan Wajib Lapor

Terduga Penadah Motor Pembunuhan Siswa SMK
KEPANJEN-Muhammad Afandi alias Gandut, 32 tahun warga Dusun Klakah, Desa Patok Picis, Kecamatan Wajak, terduga penadah motor hasil pembunuhan milik almarhum Edwin Trio Febrian, 18 tahun warga Kasin Jaya Gang IV RT12 RW01, Kecamatan Sukun, pada 7 Mei 2014 lalu, hanya dikenakan wajib lapor oleh penyidik Polres Malang.
Penyidik menilai tidak ada bukti kuat yang bisa membuat Afandi harus dijerat secara hukum sebagai penadah motor hasil kejahatan.
“Dalam pemeriksaan lanjutan yang dilakukan terhadap Afandi, diketahui tidak mengetahui asal muasal kendaraan itu. Petugas yang mengembangkan pemeriksaan kepada pihak M Sirman, 41 tahun warga Desa Dawuhan-Poncokusumo pun mendapati hal sama,” terang Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat kepada Malang Post, kemarin.
Sirman orang yang menjual motor kepada Afandi. Atas dasar itulah, makanya Afandi hanya dikenakan wajib lapor. Sehingga, jika di kemudian hari ada dugaan kuat Afandi terlibat, maka akan dilakukan penahanan.
Uemastikan Afandi sebagai penadah, penyidik sebelumnya juga melakukan pemeriksaan terhadap Sirman. Dari hasil pemeriksaan, diketahui kalau motor itu didapat dari dua pelaku yang masih menjadi DPO (Daftar Pencarian Orang) Polres Lumajang yakni berisial RK alias Riski dan GL alias Gilang.
“Dua tersangka yang masih DPO itu menitip gadaikan kendaraan dengan alasan ada keperluan mendesak untuk pengobatan. Mengenai surat-surat akan diberikan secepatnya seusai kedua DPO diberikan uang untuk diberikan obat,” terangnya.
 Hanya saja, setelah uang diberikan sebsar Rp 1,5 juta, kedua DPO tidak kunjung kembali. Sementara Sirman yang memerlukan uangnya itu, akhirnya menjual kembali seharga Rp 1,5 juta. Jadi, tidak ada keuntungan yang diambil Sirman. Tujuan dirinya menjual karena faktor keuangan bukan lantaran mengetahui jika motor itu hasil kejahatan.
Masih menurut Wahyu, terkait pembunuhan yang menimpa Edwin atau siswa SMK PGRI 2 Kota Malang, penyidik lebih menitik beratkan pada pelaku utama dari pembunuhan itu. Yakni, selain dua orang yang sebelumnya sudah berhasil ditangkap, ada tiga pelaku masing-masing RYS alias Rudi Yazid S, GL alias Gilang dan RK alias Riski.
“Kita fokus ke pelaku pidana utamanya. Dengan begitu, kawanan pelaku bisa segera mempertanggung-jawabkan perbuatannya,” imbuhnya. (sit/aim)