Bawa Lari Laptop,Oknum Wartawan Dihajar Massa

BABAK BELUR: Wartawan mingguan, Eko Siswanto, babak belur karena tertangkap karena mencuri laptop saat rilis kasus di Polresta kemarin.

MALANG - Seorang oknum wartawan tabloid mingguan, Eko Siswanto, ditangkap polisi karena ketahuan mencuri laptop milik seorang mahasiswa Institut Teknik Nasional (ITN) Malang, Sahru Ramadhan, warga Bumi Asri, Sengkaling. Bahkan, dia sempat babak belur dihajar massa karena tertangkap warga yang mengejarnya.
"Tersangka ES (Eko Siswanto, red) sempat membawa lari laptop. Tapi, mahasiswa dan satpam di sana mengejarnya. Dia tertangkap di sekitar Masjid Muhajirin, jalan Sigura-gura Malang dan kemudian dimassa" ujar Kasubag Humas Polres Malang Kota, AKP Nunung Anggraeni mengatakan, kepada Malang Post kemarin (14/10/14).
Kejadian tersebut berlangsung Senin (13/10/14) lalu sekitar pukul 11.30 WIB. Eko mendapati sebuah tas berisi laptop milik Sahru di sekretariat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kerohanian yang berada di Mushola At Dakwah, kampus 1 ITN. Tas tersebut akhirnya dibawa lari.
Saat Eko beraksi, Sahru sedang sholat. Dia sempat bingung saat mengetahui tasnya hilang. Hingga akhirnya, teman Sahru memberitahu ada orang mencurigakan membawa lari tas. Orang mencurigakan yang dimaksud adalah Eko. Kemudian, mereka bersama satpam dan warga mengejar dan menghajar Eko hingga babak belur.
Polisi pun datang dan menghentikan aksi massa tersebut. Lalu Eko diamankan pihak kepolisian. Kepada polisi, Eko mengaku membutuhkan laptop tersebut untuk membantunya bekerja sebagai swasta.
Untuk diketahui, Eko bekerja sebagai wartawan di salah satu tabloid mingguan. Ini terbukti dari kartu pers yang ditemukan saat warga Tirtoyudo, Kabupaten Malang ini dihajar massa.
"Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 362, pencurian dengan maksimal hukuman 6 tahun penjara," ungkap Nunung. Wanita berdarah Tulungagung ini mengatakan, kalau Eko baru pertama kali melakukan aksi pencurian.
Padahal, berdasarkan informasi yang dihimpun Malang Post, Eko sempat berurusan dengan Polsek Lowokwaru karena kasus serupa. Saat itu, dia diduga mencuri laptop di salah satu musola di Universitas Brawijaya. Eko pun mengalami luka lebam di sekujur tubuhnya karena dimassa.
Sejumlah media juga sempat memberitakan kejadian tersebut. Akan tetapi, Eko akhirnya dilepas Polsek Lowokwaru lantaran tidak adanya bukti yang cukup kuat.
Sebelumnya, oknum wartawan mingguan lain, Nino Wiwantoro juga diamankan Polres Malang Kota. Dia kedapatan membawa 12 gram ganja salah satu tempat Karaoke di Jl Candi Trowulan Kota Malang. Kelakuan kedua oknum wartawan ini, sudah mencoreng nama baik profesi wartawan. (erz/nug)