Dekap Anak, Dua Orang Nyaris Dibakar Massa

Dengan kedua tangan di borgol, Slamet dan Rosyid digiring petugas untuk dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang
 
GEDANGAN – Isu penculikan anak yang merebak belakangan ini, membuat masyarakat ekstra waspada. Dalam satu hari kemarin, dua orang nyaris dibakar warga Gedangan. Keduanya, Slamet dan Rosyid yang dituduh  percobaan penculikan anak.
Kapolsek Gedangan AKP Edi Sunyata menguraikan, aksi massa ini terjadi di dua tempat. Pertama terjadi sekitar pukul 11.45 di Desa/Kecamatan Gedangan. Dan kali kedua terjadi di Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan.
“Awalnya pelaku yang mengaku bernama Slamet, ini duduk-duduk di depan rumah warga, kemudian dia berdiri, dan meminta uang kepada seorang anak yang sedang lewat,’’ kata Edi kepada Malang Post, kemarin.
Aksi Slamet tidak terpantau karena kondisi jalan sepi.  Tapi begitu, melihat ulah Slamet anak-anak pun takut dan berlarian. Dia nekat mendekap salah satu anak berinisial  SB, 7 tahun, warga setempat. SB yang takut berteriak minta tolong. Teriakan inilah yang langsung direspon warga.
Warga yang emosi langsung memukuli Slamet hingga babak belur. Bahkan, beberapa diantarannya sempat mengancam akan membakarnya. Beruntung aksi tersebut dapat digagalkan oleh petugas Polsek Gedangan yang cepat datang ke TKP. Saat itu juga Slamet pun dibawa ke Polsek Gedangan.
“Tersangka langsung kami amankan, sambil kami menunggu ada warga yang melapor,’’ ungkapnya.
Kejadian serupa juga terjadi di Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan. Korban yang dihajar massa ini mengaku bernama Rosyid. Dia dituduh hendak menculik anak berinisial E, usia 11 tahun.
“Menurut keterangan beberapa saksi, pelaku ini meminta uang kepada siapa saja yang ditemuinya. Termasuk dengan korban yang saat itu berada di halaman rumahnya,’’ terangnya.
Rosyid kemudian masuk ke halaman rumah E  yang sepi dan meminta uang. Karena E tidak memiliki uang, Rosyid pun langsung mendekapnya. Aksi itu juga langsung kepergok warga.
Dia  enggan melepaskan dekapannya. Karena terus didesak, pria yang tinggal di tempat tidak tetap inipun menyerah. Begitu dekapannya terlepas, warga langsung menyerangnya. Berbagai pukulan dan tendangan diterimanya. Teriakan minta ampun Rosyid sama sekali tidak diindahkan warga. Sama seperti Slamet, warga pun mengancam membakar Rosyid. Tapi niat itu urung dilakukan, lantaran Rosyid bertingkah seperti orang yang tidak waras.
“Anggota yang dapat laporan langsung datang ke TKP, dan mengamankan Rosyid,’’ jelasnya.
Saat di polsek, keduanya langsung diinterograsi. Hanya saja, petugas pun tidak bisa memahami jawaban yang diberikan keduanya. Diduga gila, keduanya pun dilimpahkan ke Polres Malang.
Sementara Kanit Idik IV Iptu Sutiyo mengatakan pihaknya tidak langsung menuduh keduanya gila. Tapi lebih dulu melakukan pemeriksaan. “Yang menentukan orang itu gila atau tidak adalah hasil medis. Itu sebabnya, oleh anggota keduanya lebih dulu dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang,’’ kata Sutiyo. Pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kabupaten Malang, terkait penanganan keduanya. (vik/aim)