Status Kades Tawangargo Segera Jadi Tersangka

MALANG – Tidak lama lagi, tim penyidik Polres Malang akan menetapkan Kades Tawangargo, Kecamatan Karangploso, Ferri Misbahul Hakim sebagai tersangka. Status baru itu seiring dengan hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Jatim yang telah melakukan pemeriksaan terhadap Ferri dan perangkat desa lainnya, Selasa (14/10).
“Ada beberapa temuan baru yang menguatkan kami untuk meningkatkan status Fr sebagai tersangka,’’ kata Kanit Idik IV Polres Malang AKP Sutiyo kepada Malang Post, kemarin.
Sejak kasus ini dilaporkan warga, Ferri sudah kali kedua diperiksa tim penyidik Polres Malang. Pertama, pemeriksaan dilakukan pada bulan Juli lalu, dan kedua kemarin. Dalam keteranganya, Ferri memang banyak mengelak, hal itu  tidak membuat petugas ciut, karena sebelumya sudah memiliki bukti yang kuat.
“Intinya, dasar kasus korupsi ini bisa naik adalah hasil pemeriksaan BPK. Setelah hasilnya keluar, kami pun bisa membuat langkah lanjutannya,’’ ungkapnya.
Dia  meminta BPK untuk tidak terlalu lama mengeluarkan hasil laporan audit keuangan dalam kasus yang ditanganinya saat ini.
“Paling tidak Senin pekan depan, hasil audit dari BPK sudah bisa keluar,’’ katanya.
Bukan itu saja, penyidik juga akan melayangkan surat izin  kepada Bupati Malang Rendra Kresna, untuk melakukan pemeriksaan terhadap Ferri dengan statusnya sebagai tersangka. “Setelah ada temuan kerugian negara, jelas kami akan melayangkan surat permohonan ke Bupati, untuk izin pemeriksaan. Kalau dulu diperiksa sebagai saksi memang tidak perlu izin dari bupati, tapi kalau sebagai tersangka wajib meminta izin,’’ urainya.
Apakah setelah diperiksa sebagai tersangka Ferri akan di tahan? Sutiyo pun diam. Pihaknya tidak ingin berandai-andai. Tapi yang jelas, pihaknya akan melakukan penyidikan secara profesional. “Dilihat saja, yang pasti saat ini masih ada perhitungan oleh BPK. Kemudian, Fr akan kami panggil kembali, dia akan tahan atau tidak tunggu hasil pemeriksaan,’’ jelasnya.
Seperti diketahui, Kades Tawangargo, Kecamatan Karangploso, Ferri dilaporkan mantan dan Bendara Pokmas (kelompok masyarakat) Rejeki Mulyo-Tawangargo, Li’ami dan Supadi serta Ketua Pokmas Mulyo Agung-Tawnagargo, Sugeng Toyib bersama seorang rekannya yang kesemuanya warga Desa Tawangargo itu ke Polres Malang. Ferri dilaporkan atas tuduhan dugaan pemakaian dana hibah untuk Pokmas sebesar sekitar Rp 260 juta. (vik/aim)