Flare Makan Korban, Wajah dan Punggung Terbakar

LAPOR SILUP : Muhammad Akrom Hidayatullah (kiri) saat melapor ke Polres Malang

MALANG – Penyalaan flare oleh oknum Aremania di Stadion Kanjuruhan, saat laga Arema Cronus melawan Persipura Minggu (12/10) lalu tidak hanya merugikan Panpel Arema. Flare yang menyala sekitar tiga menit ini juga menimbulkan korban. Kemarin, salah satu korbannya yakni Muhammad Akrom Hidayatullah, 25 tahun, warga Jalan Kauman RT37 RW05, Desa Jatikerto, Kromengan melapor ke Polres Malang.
Akrom yang mengalami luka bakar di wajah, leher dan punggung sebelah kiri, menuntut kasus ini diselesaikan secara hukum dan pelakunya ditangkap. Kepada petugas, Akrom yang kemarin datang bersama Awang Korwil Kepanjen, menceritakan jika malam itu seperti biasa dia dan teman-temannya menonton secara langsung pertandingan Arema Cronus melawan Persipura secara live di stadion Kanjuruan. Membeli tiket ekonomi, Akrom duduk di gate 4 stadion Kanjuruan.
Selama pertandingan berlangsung  Akrom cukup menikmati. Dia juga melakukan selebrasi saat pemain Arema berhasil menjebol gawang kiper Persipura.  Hingga detik-detik terakhir pertandingan,  tiba-tiba terdengar suara ledakan di atasnya. Akrom sempat melihat, ternyata ada oknum Aremania yang sedang menyalakan flare.
Apes, saat melihat tersebut dia terkena percikan flare di bagian wajah, leher dan punggung kirinya. Bahkan, percikan flare tersebut juga membakar jersey yang dikenakannya. “Teman-teman langsung ribut saat itu, ada yang memadamkan api di bahu saya, ada juga yang mengamankan pelaku penyala flare,’’ kata Akrom sembari mengatakan, pelaku penyala flare itu ada di sap ketiga dari tempatnya duduk. Akrom juga mengaku tidak mengenal pelaku.
Selanjutnya, Akrom yang kepanasan pun ditolong penonton lain dan langsung dibawa ke ruko milik Awang yang tidak jauh dari pintu keluar Stadion Kanjuruhan. Awang pun kaget melihat Akrom. Buru-buru, dia langsung mengambil pasta gigi, kemudian mengoleskannya di bagian tubuh yang terbakar.
“Saat itu saya juga langsung lapor ke Panpel, jika penyalaan flare ini juga mengenai Aremania yakni Akrom,’’ kata Awang. Laporan itu langsung ditindaklanjuti oleh Panpel. Selain melakukan pendataan, Panpel juga membawa Akrom ke RS terdekat untuk perawatan. “Lukanya cukup lumayan, tapi waktu itu dokter tidak menyarankan Akrom untuk menjalani rawat inap, sehingga malam itu juga korban dibawa pulang,’’ kata Awang.
Kasus ini sendiri tidak langsung dilaporkan oleh Akrom ke polisi, sebab dia menunggu petunjuk dari pihak Panpel.  “Baru setelah kemarin kami mendapat arahan dari Panpel, kasus inipun kami laporkan,’’ tambah Awang, yang berharap segera ditangani serius oleh pihak kepolisian dan pelakunya juga ditangkap.
Awang mengatakan, penyalaan flare oleh oknum aremania sangat merugikan. Kerugian tidak hanya dialami oleh Panpel, tapi juga oleh banyak pihak lain, termasuk pedagang asongan, dan parkir. Sementara Kasatreskrim Polres Malang AKP Wahyu Hidayat melalui Kanit Idik IV Iptu Sutiyo saat dikonfirmasi mengatakan sudah menerima laporan.
Pihaknya pun langsung membawa korban ke RSUD Kanjuruhan untuk dilakuakan Visum Et Repertum. “Sudah kami terima laporannya, korban juga sudah kami mintakan visum,’’ katanya. Untuk langkah ke depan, pihaknya akan segera memanggil Panpel dan para saksi. Menurutnya, Panpel selaku penyelenggara akan diperiksa sebagai saksi dalam hal ini. (vik/han)