Berdalih Lelang Arisan, Tipu Belasan Juta Rupiah

LAWANG – Penipuan bermodus lelang arisan terjadi di Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Lawang. Titik Mulansari, 36 tahun warga Jalan Sumber Waras, Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Lawang berhasil memperdayai Ferry Kurniawan, 37 tahun warga Jalan Sumber Sekar, Kelurahan Kalirejo sebesar Rp 12,8 juta.
 “Berdasarkan laporan korban dan pengakuan pelaku, penyidik akhirnya menetapkan Titik sebagai tersangka. Barang buktinya, beberapa kuitansi uang yang disetorkan korban,” kata Kapolsek Lawang, Kompol Gatot Setiawan kepada Malang Post, kemarin.
Karena modus yang digunakan tersangka adalah lelang arisan, penyidik masih menunggu korban lain dari aksi penipuan tersebut. Jika memang ada, maka akan dilakukan pemeriksaan.
“Ada dugaan korbannya bukan hanya dua orang yakni Ferry dan Lia warga Desa Ketindan-Lawang. Namun, bisa lebih dari yang sudah melapor,” tambahnya.
Diperoleh keterangan, dalam aksinya pelaku menawarkan lelang arisan itu dengan cara memberikan iming-iming bunga yang cukup tinggi kepada calon korban. Yakni, untuk bisa menjadi member atau anggota lelang arisan, korban minimal harus mensetorkan uang sebesar Rp 1 juta. Dari uang yang disetorkan itu, selama kurun waktu sebulan akan menjadi Rp 1,5 juta.
Hal serupa juga berlaku untuk setoran Rp 2 juta, member atau anggota akan mendapat pengembalian uang setoran berikut bunga sebesar Rp 2,5 juta. Hanya saja, karena besar uang yang disetorkan berbeda, maka jangka waktu pengembalian juga berbeda.
Dari modus itulah, Ferry yang awalnya tidak mengenal Titik, akhirnya mulai tahu dan mencoba menjadi anggota atau member. Perkenalan keduanya, dijembatani korban Lia, yang lebih dahulu menjadi anggota dan kenal dengan Titik.
“Ferry pertama menyetorkan uang Rp 8 juta kepada Titik. Lalu, ditambah lagi sekitar Rp 4 juta an. Dari janji semula yang uang dan bunga akan diterima berselang sekitar seminggu, justru tidak sesuai perjanjian,” ujarnya.
Selanjutnya, korban yang mulai curiga kemudian menyanggong rumah tersangka. Begitu didapati, Ferry meminta uangnya kembali namun sudah tidak ada. Alasannya, Titik mengaku juga menjadi korban penipuan. Akibatnya, Titik langsung dilaporkan kepada polisi.
“Saya tidak berbohong, terus terang saya juga ditipu oleh Emil warga Pasuruan. Dialah yang menawarkan saya menjadi anggota lelang arisan dan diminta mencari anggota. Uang-uang Ferry, semua saya setorkan kepada Emil dan saya mendapatkan bagian atau bonus sebesar Rp 1,050 juta,” ujar Titik.
Sebelum dirinya mengajak Lia dan Ferry, ia sudah membuktikan kalau lelang arisan itu memang ada. Bahkan, selama setahun dirinya menjadi member dengan setoran uang Rp 2 juta.
“Saya sudah setahun menjadi member arisan itu. Awalnya, saya menyetorkan uang Rp 2 juta kepada Emil. Lalu berselang sebulan, uang saya menjadi Rp 3 juta. Makanya, saya selama setahun menjadi member dan kemudian tertarik untuk mengembangkan ke lainnya,” ungkap perempuan asal Kelurahan Kalirejo ini. (sit/aim)