Saikhu Jerat Winarti Sampai Tewas

Ahmad Saikhu dan Djupri Badi memperagakan adegan menjual emas kepada saksi Iwan Suprapto, usai membunuh Winarti.

MALANG – Ahmad Saikhu,  25 tahun warga Dusun Nongkosongo, Desa Wringinsongo, Kecamatan Tumpang bisa dianggap pembunuh berdarah dingin. Dia membunuh Winarti, Winarti, 40 tahun, warga Desa Tulus Besar dengan sadis. Pemilik kontrakan rumah itu dibunuh dengan menjerat leher Winarti sangat kuat, hingga kalung yang digunakan Winarti putus.
Hal itu tergambar dalam rekonstruksi pembunuhan Winarti yang digelar di Polres Malang, kemarin.
 “Ada 23 adegan yang diperangkan tersangka. Tidak semua adegan diperankan sendiri oleh Saikhu, ada juga adegan yang diperankan berdua dengan Djupri Badi, tersangka yang ikut serta atau membantu Saikhu menjual perhiasan korban,’’ kata Kanit Idik IV Iptu Sutiyo kepada Malang Post, kemarin.
Rekonstruksi  digelar di Polres Malang dengan pertimbangan keamanan. Keluarga korban sangat dendam, termasuk warga sangat membenci tersangka. Pria dengan dua balok di pundak ini mengaku sepanjang rekonstruksi dilakukan, tidak ada kendala yang berarti. Termasuk adegan per adegan dilakukan tersangka sesuai dengan keterangan yang diberikan kepada tim penyidik.
“Rekonstruksi tidak lain untukmenyamakan hasil pemeriksaan,  sekaligus menambah  keyakinan penyidik sesuai dengan pengakuan tersangka,’’ ujarnya.
Dari adegan yang dihasilkan, tersangka betul-betul  ingin menguasai  harta benda Winarti. Dan itu terbukti, saat Saikhu melihat Winarti datang. “Tersangka yang baru datang oleh tersangka langsung diikat lehernya, dengan tali tampar. Tersangka juga langsung mengambil  semua perhiasan yang melekat pada tubuh korban.Kalau ada pengakuan lain, dia hanya alibi saja,’’ tandas Sutiyo.
Seperti yang diberitakan koran ini Ahmad Saiku 25 tahun membunuh Winantri, 41 tahun, warga Jalan Mpu Barada Desa Tulus Besar, Tumpang, Kamis (16/9) lalu. Pembunuhan tersebut dilakukan tersangka, lantaran ingin menguasai harta benda korban. (vik/aim)