Jambret Pasuruan Nyaris Tewas

BATU -  Nyawa Lastari, 36 tahun, warga Dusun Sukoanyar RT22 RW06, Desa Bakalan, Kecamatan Purwosari, Pasuruan nyaris terenggut karena massa mulai beringas memukulinya. Beruntung petugas dari Polsek Batu berhasil meredam kemarahan massa dan mengevakuasi laki-laki bertubuh kerempeng ini ke Polsek Batu. Meski demikian bertubi-tubi pukulan massa mendarat di wajah dan tubuh tersangka. Dia harus menghadapi kemarahan warga karena menjambret kalung emas milik Siti Nurjanah, 33 tahun, warga Jurang Buntu, Dusun Jurangrejo, Desa Pandesari, Pujon.
Kemarahan massa seolah tak terbendung saat melihat Nurjanah terjatuh dari motornya. Selain itu Viera Lenka Meidita, 6 tahun, anaknya terluka pada bagian wajah karena terseret aspal jalanan. Beruntung kemarahan warga ini bisa dikendalikan polisi. Sebagai gantinya, tersangka yang sehari-hari bekerja sebagai sopir ini harus mendekam di tahanan polisi karena telah melakukan penjambretan.
“Kita juga berhasil mengamankan barang bukti kalung emas seberat 10 gram,” tutur Kapolsek Batu, AKP Slamet Riyadi.
Menurut mantan perwira Polres Malang Kota ini, barang bukti kalung emas senilai Rp 5,5 juta yang disita tersebut sudah terpisah menjadi dua bagian. Pasalnya saat menjambret, kalung ini putus menjadi dua bagian.  Peristiwa penjambretan ini sendiri terjadi di depan Hotel Putri Bulan Jalan Raya Sidomulyo, kemarin sekitar pukul 16.00. Saat itu korban dan anaknya baru saja bersilaturahmi dari rumah saudaranya di Desa Punten, Bumiaji dan bermaksud pulang ke rumah.
Keduanya naik sebuah motor Yamaha Jupiter X, N 5861 LK. Viera duduk di depan ibunya sambil memegang spion. “Motor berjalan tidak kencang. Namun ditengah perjalanan ada seorang laki-laki naik Honda Mega Pro, N 5865 HE berjalan di samping saya dekat sekali,”  papar korban kepada penyidik. Awalnya dia tidak curiga kalau motor yang ada di samping kanannya tersebut adalah motor pelaku kriminalitas. “Tiba-tiba, dia menarik kaos saya. Begitu kalung terlihat, dia langsung menariknya,” ujarnya.
Betotan yang kuat dari tersangka ini, membuat motor yang dikendarai korban oleng. Hal ini membuat korban terjatuh dari motornya. Saat itu  seolah lepas dari perhitungan tersangka, saat motor korban terjatuh, roda depan motor korban juga menabrak roda belakang motor tersangka. Begitu kerasnya tabrakan membuat Lastari ikut terjatuh. Tersangka sempat berguling-guling beberapa kali, beberapa saat setelah ia bisa menguasai diri, ia bermaksud mengambil kembali motornya yang terjatuh.
 “Saya lihat waktu itu kalung emas saya masih dalam genggamannya, tanpa pikir panjang saya langsung gebuki tubuh rampok dengan sandal sekeras-kerasnya beberapa kali,” ujarnya jengkel. Tangisan keras anak Nurjanah membuat tersangka semakin panik. Terlebih saat itu dari kejauhan terlihat semakin banyak orang yang mendatangi lokasi. Lastari pun memilih kabur dan meninggalkan motornya. Saat itu kebetulan ada seorang petugas Lantas Polres Batu yang melintas.
Ia pun memalangkan kendaraannya di tengah jalan agar, kendaraan lain tidak bisa melintas, sekaligus menghambat pergerakan tersangka. Terjadi kejar-kejaran antara polisi yang berbaur warga dengan tersangka yang sudah memiliki dua anak tersebut. Hingga akhirnya tersangka tertangkap. Lastari menjadi sansak hidup hingga beberapa beberapa anggota Polsek Batu datang dan mengamankannya. Polisi mencurigai, Lastari tidak hanya kali ini saja melakukan penjambretan. (muh/mar)