Polisi Segera Limpahkan Berkas ke Kejaksaan

MALANG – Penyidik Reskrim Polres Malang Kota, segera melimpahkan kasus penguasaan rumah Jalan Rinjani 14 Malang, yang dilakukan oleh bos restaurant Kantri, Tjang Siang Bing alias Guntur Prayitno, ke Kejaksaan Negeri Malang dalam waktu dekat. Penyidik mengklaim, berkas perkara yang dilaporkan Erni Susilowati Nurhansah, sudah siap dan hanya tinggal mengirim.
Pernyataan tersebut disampaikan Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Adam Purbantoro kepada Malang Post kemarin. Ia mengatakan kalau berkas sudah siap, tinggal melimpahkan ke Kejaksaan dalam waktu dekat.
“Berkas sudah siap tinggal kirim saja ke Kejaksaan secepatnya. Mungkin minggu depan, berkas akan kami limpahkan. Harapan kami nanti berkas sudah tidak ada kekurangan, sehingga bisa dinyatakan P21,” ujar Adam Purbantoro.
Soal saksi, Adam mengatakan semua saksi sudah dimintai keterangan. Lamanya perkara, diakuinya bukan karena polisi memperlambat kasusnya. Tetapi selain masih proses penyidikan, penyidik juga menunggu surat jawaban dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Malang, yang diminta oleh pihak Kejaksaan untuk melengkapi berkas perkara.
“Surat jawaban dari BPN sempat rumit. Namun saat ini surat jawaban yang diminta sudah ada, sehingga berkas sudah siap untuk dilimpahkan ke Kejaksaan,” ujarnya.
Sementara, Kasi Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri Kepanjen, Dodik Hermawan, SH MH, belum bisa dikonfirmasi terkait kasus rumah Jalan Rinjani 14 Malang. Saat didatangi di kantornya kemarin siang, Dodik sedang tidak ada di tempat. Menurut stafnya ia sedang keluar. Begitu juga ketika dihubungi di nomor handphone miliknya, tidak diangkat meski terdengar nada sambung. Termasuk SMS pun tidak dibalasnya.
M.S Alhaidary, SH, kuasa hukum Erni Susilowati Nurhansah, mengatakan bahwa penyidik Reskrim Polres Malang Kota sudah menerima surat jawaban dari BPN Kota Malang. “Namun apakah masih ada kekurangan saya tidak tahu. Sebab informasinya yang diminta adalah duplikat sertifikat. Sedangkan sebelumnya yang diberikan adalah keterangan peralihan hak,” terang Alhaidary, sembari mengatakan bahwa penyidik siap saja, jika memang korban (ahli waris) meminta perlindungan ke Mabes Polri terkait permasalahan ini.(agp/nug)