Tangkap Pembunuh Dharmahusada di Kasembon

DITANGKAP : Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Setija Junianta menunjukkan barang bukti pembunuhan di komplek perumahan Jl. Dharmahusada Indah I Blok B, Surabaya nomor 154.

SURABAYA - Pihak kepolisian berhasil meringkus pelaku pembunuhan di komplek perumahan Dharmahusada Indah I nomor 154 Blok B, Surabaya. Nur Hadi Santoso (19) warga Jombang pelaku pembunuhan ditangkap anggota Jatanras Polrestabes Surabaya di Kesambon, Malang, Sabtu (18/10) sekitar pukul 23.30 WIB.
Kombes Pol Setija Junianta Kapolrestabes Surabaya mengatakan, setelah melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), Sabtu (18/10) sore, pihaknya langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku. Anggota yang mendapatkan informasi pelaku berada di Malang, langsung meluncur ke lokasi.
"Setelah melakukan pembunuhan, tersangka melarikan diri Dusun Tangkil, Desa Pait, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang. Pelaku sempat menjual hendphone kepada temannya yang berada disana. Dan Sabtu malam, anggota yang melakukan pengejaran berhasil meringkus tersangka," kata Kombes Pol Setija Junianta, Minggu (19/20) di TKP pembunuhan.
Dia menambahkan, tersangka pembunuhan dengan korban Nurhawi (23) warga Probolinggo, langsung dibawa ke Mapolrestabes untuk dilakukan pemeriksaan. Selanjutnya tersangka digiring ke TKP pada Minggu siang untuk melakukan rekonstruksi kejadian pembunuhan di komplek perumahan Dharmahusada Indah I nomor 154 Blok B, Surabaya.
Nur Hadi pelaku pembunuhan, kata Setija, merupakan rekan kerja korban yang sama-sama menjadi kuli bangunan. Mereka mengerjakan pembangunan di rumah yang menjadi TKP pembunuhan sejak lima bulan terkahir. Pelaku mengaku sakit hati karena di marahi oleh korban. Korban marah lantaran tersangka tidak sengaja tersandung kabel listrik yang menyebabkan lampu rumah padam, saat keduanya bersama rekan kuli bangunan lainnya lembur kerja.
Tersangka yang sakit hati pada Kamis (18/10) sekitar pukul 17.00 WIB melihat korban sedang duduk santai di teras rumah. Tersangka memukul kepala korban dengan menggunakan paving block hingga korban terjatuh. Karena korban masih hidup, tersangka kemudian menyeretnya ke dalam rumah hingga sampai ke halaman samping rumah.
Untuk menghilangkan jejak, kata Setija, tersangka kemudian mencoba mengubur korban di halaman samping tersebut, serta menuangkan semen, dan menutup dengan paving. Tersangka juga menaburi bercak darah yang tertinggal di lantai rumah dengan semen agar untuk menghapus bekas darah. (ss/aim)