Identitas Pikap Bongkar Pencurian Kabel Optik

PAKIS – Anggota Polsek Pakis, dinihari kemarin berhasil menangkap satu dari tiga pelaku pencurian kabel optik. Yakni Imam Muntono, 35 tahun, warga Kelurahan Jambangan RT 03 RW 03, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo.
Pria yang  melakukan pencurian kabel optic jenis 96 core acreal type SM Kamis (2/10) lalu, di Jalan Anggodo, Pakis ini ditangkap di rumahnya. Dari tangannya, petugas juga mengamankan barang bukti satu unit mobil Suzuki Carry Pikap nopol W 9441 XC dan satu roll kabel sepanjang 2.614 meter hasil curian.
“Pelaku pencurian teridentifikasi ada tiga orang, yakni Imam Muntono, dan dua orang lainnya berinisial DN serta N masih dalam pengejaran,’’ kata kapolsek Pakis AKP Hery Purwanto.
Pria dengan tiga balok di pundak ini menceritakan drama penangkapan terhadap Imam, dimulai saat pihaknya menerima laporan dari Boni Sumarlin, 29 tahun, warga Perum Sawojajar II Desa Mangliawan, Pakis, Kamis (2/10) lalu. Saat itu Boni yang bekerja di PT Gemilang Integrasi Utama (PT GIU), melaporkan jika satu roll kabel yang akan dipasang untuk sambungan TV kabel dan internet milik perusahaan tempatnya bekerja hilang.
Mendapat laporan, petugas langsung datang ke TKP. Olah TKP pun dilakukan, dan saat itu petugas juga memeriksa beberapa saksi. Dari keterangan salah satu saksi inilah, kemudian petugas mendapatkan nopol kendaraan yang mengangkut barang curian. “Siang itu juga kami langsung ke daerah Pandaan, untuk melakukan penghadangan. Namun begitu, hingga sore hari kami tidak melihat tanda-tanda pelaku melintas,’’ tambahnya.
Tidak berhenti, petugas pun meminta bantuan anggota Samsat Kabupaten Malang untuk mengecek nopol mobil yang digunakan pelaku saat beraksi. Dari nopol itulah, kemudian petugas mendapat petunjuk, jika mobil tersebut milik Hariyanto, warga Sepanjang. Tanpa ragu, petugas langsung mendatangi rumah Hariyanto. Tapi begitu, Hariyanto mengaku jika mobil tersebut dipinjam temannya bernama Imam dan, belum dikembalikan.  Tapi begitu, Hariyanto berjanji akan menghubungi petugas begitu melihat Imam.
Janji itu ditepati oleh Hariyanto. Saat  melihat Imam berada di rumah, Minggu (19/10) malam lalu dia langsung menginformasikan kepada petugas. Hasilnya, malam itu juga petugas bergerak, mendatangi mendatangi rumah Imam. “saat kami tangkap, tersangka berada di rumahnya beristirahat dengan anak serta istrinya,’’ tambah Kapolsek. Dia juga mengatakan saat ditangkap, Imam langsung menyerah, dan mengakui semua perbuatannya. Bahkan dua nama rekannya juga langsung disebut oleh Imam. Tapi begitu, Imam mengaku tidak mengenal jelas keduanya, sehingga tidak tahu alamat rumah DN dan N.
Terkait pencurian itu sendiri, Imam mengaku tidak sengaja dilakukan. Siang itu dia dan dua temannya tersebut awalnya hanya jalan-jalan di wilayah Perum Sawojajar II. Saat jalan-jalan itulah, dia melihat ada satu rol kabel. Kondisi TKP yang sepi inilah yang membuat Imam dan dua rekannya itu memiliki niuat untuk melakukan pencurian. “Rencananya akan saya jual, tapi belum sampai laku saya justru ditangkap,’’ tandas Imam yang mengaku sangat menyesali perbuatannya.(vik/aim)