Awas Modus Dijanjikan Nikah, Malah Diperkosa

Dua ABG Diperkosa di Dua Tempat
LAWANG – Cara berpacaran anak-anak muda harus mendapatkan perhatian orang tua. Belakangan, banyak hubungan itu yang sampai menjurus ke perbuatan layaknya suami istri. Seperti yang terjadi kemarin, di dua tempat yang berbeda di Kabupaten Malang, ada dua kasus pemerkosaan yang terungkap.
Di Lawang, MBP, 17 tahun warga Desa Sidodadi, Kecamatan Lawang ditangkap Selasa siang kemarin. Remaja protolan SD itu ditahan, karena dilaporkan membawa kabur gadis dibawa umur sebut saja bernama Mawar (bukan nama sebesarnya), 17 tahun warga Dusun Krajan, Desa Srigading, Kecamatan Lawang selama lima hari. Mawar juga diajak berhubungan layaknya suami-istri
“Tersangka mengakui memang melakukan hubungan layaknya suami-istri tersebut. Berdasarkan bukti-bukti yang ada, MBP melakukan perbuatan bejat kepada Mawar yang masih di bawah umur,” kata Kanit UPPA Polres Malang, Iptu Sutiyo.
MBP mengakui perbuatan bejat itu dilakukan bersama korban. Aksi itu dilakukan, karena memang ingin menikahi korban. Apalagi, hubungannya dengan korban, sudah berjalan sebulan.
“Saya kenal korban sudah sebulan dan pacaran. Karenanya, pada 7 Agustus lalu, korban saya ajak untuk jalan-jalan selama lima hari,” ujar tersangka enteng.
Lantas, jalan-jalan kemana dirinya ? Tersangka menjelaskan, kali pertama lokasi yang dituju adalah rumah temannya di Dusun Cowe, Desa/Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Di rumah temannya itu, korban diajak menginap selama lima hari.
“Selama di sana yang berhubungan layaknya suami-istri. Karena saya, memang menjanjikan akan menikahi korban,” terang tersangka.
Memasuki hari ke lima, terang pelaku, korban diajak jalan-jalan ke Kebuh Teh, Desa Ketindan, Kecamatan Lawang. Di lokasi itu, diajak menginap sehari di vila dan selanjutnya diajak pulang dengan mengantarkan hanya sampai Pasar. “Orang tua korban mungkin tidak setuju. Makanya, saya dilaporkan,” ujar pelaku.
Berbeda dengan di Lawang, di Pagak, Bunga (bukan nama sebenarnya), 19 tahun warga Dusun Dadapan, Desa Tlogorejo, Kecamatan Pagak menjadi sasaran pemerkosaan Fajar Doni, 20 tahun warga Dusun Krajan, Desa Sumbermanjing Kulon, Kecamatan Pagak pada 10 Oktober laliu.
Beruntung, korban cepat mengadukan kejadian itu kepada orang tua korban. Sehingga, pelaku pun berhasil diciduk petugas UPPA Polres Malang dengan tuduhan pemerkosaan terhadap korban. Keduanya sudah saling kenal. Saat tersangka menjemput korban usai pulang kerja tanpa curiga korban mengikuti kemauan tersangka ke rumahnya.
Kondisi rumah yang kosong dimanfaatkan tersangka dengan mengajak makan korban. Termasuk, memberikan air putih dan minuman kemasan yang diduga sudah dicampur dengan obat sehingga terasa kecut. Usai makan dan minum, badan korban terasa lemas. Seketika itu, pelaku melampiaskan nafsu bejadnya.
Dalam pemeriksaan, Fajar Doni mengaku, kalau dirinya memang berhubungan badan dengan korban. Hanya saja, perbuatan itu dilakukannya suka sama suka. Bukan karena, korban dalam kondisi tidak berdaya.
“Saya melakukan itu karena dia (korban) sudah pacar saya. Saya mengenalnya selama dua bulan dan bermaksud saya nikahi. Hanya saja, karena kejadian ini saya dilaporkan orang tuanya,” ungkap pelaku
Disinggung mengenai minuman yang diberikan kepada korban, Fajar menjelaskan, kalau dirinya tidak mencampurnya dengan campuran apa pun. Sebaliknya, korban usai makan bakso dan minum, mengaku kalau mengalami alergi dingin. Makanya, badannya tiba-tiba lemas. (sit/aim)