Korban Kopi Campur 24 Pil Double L

Eko Agustianto, Muslik Sulistyo, Hendra Setiawan dan NB

Empat Pelaku Pembunuhan Dampit Dibekuk
KEPANJEN – Polisi berhasil mengungkap pembunuhan Dian Handika, 19 tahun warga Dusun Madurejo, Desa Bumirejo, Kecamatan Dampit, yang mayatnya dibuang ke jembatan Jalibar Kepanjen. Empat pelaku pembunuhan yang diduga membunuh Dian ditangkap petugas Polres Malang, Senin (20/10) lalu.
Keempatnya antara lain, Eko Agustianto, 22 tahun dan Muslik Sulistyo, 22 tahun, keduanya warga Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir, Hendra Setiawan, 19 tahun warga Desa Wadung, Kecamatan Pakisaji dan NB, 17 tahun warga Kelurahan Oro-oro dowo, Kecamatan Klojen.
Terungkapnya aksi pembunuhan, setelah petugas menemukan mayat pria tanpa identitas di bawah Jembatan Jalibar Kepanjen, pada Rabu (15/10) lalu. Dari identifikasi, ditemukan tanda-tanda penganiayaan terhadap korban. Sementara dalam pengembangan, diketahui kalau korban bernama Dian dan terakhir keluar rumah pada Senin (13/10) dengan membawa sepeda motor matic N 3208 EK.
“Dari kecurigaan awal, anggota langsung melakukan pengembangan dugaan aksi pembunuhan. Hasilnya, anggota menemukan motor yang digunakan oleh Eko di wilayah Wagir,”  kata Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat.
 Dari situlah, kemudian dilakukan penangkapan dan diketahui kalau tersangka mendapatkan motor dari Muslik. Dalam pemeriksaannya, Eko mengaku kalau dirinya ditawari motor seharga Rp 5,5 juta oleh Muslik. Dia mengatakan kalau surat-surat kendaraan ada. Sebagai uang muka, diberikannya uang Rp 1,5 juta. “Uang itu hanya untuk uang muka. Karena saat itu, katanya surat-surat motor ada. Tidak tahunya, baru tahu kalau hasil pembunuhan,” ujarnya.
Muslik tidak mengelak dengan apa yang disampaikan oleh Eko. Dirinya sengaja menjual kepada rekannya, karena tahu tengah mencari motor. Makanya, kendaraan itu dijualnya kepada Eko.
“Dari menjual motor tersebut, saya diberi uang Rp 250 ribu. Namun, uang itu saya gantikan dengan HP (hand phone) yang digunakan oleh Hendra. Makanya, saya mendapatkan HP yang ternyata milik korban,” terangnya.
Sementara Hendra dan NB saat dikonfirmasi, mengaku kalau aksi pembunuhan itu muncul ketika korban hendak melakukan tukar tambah HP. Hendra yang ketemu korban di rombengan Malang (Roma, red), mengajak korban ke rumah NB. Di rumah itulah, korban diperdayai oleh pelaku.
“Korban saya buatkan kopi yang didalamnya sudah saya campur 24 tablet double L. Setelah meminumnya, korban langsung ambruk saat akan ke kamar mandi. Seketika itu, langsung saya pukul dengan kayu balok sebanyak tiga kali,” terang Hendra seraya mengaku kalau sebelum melakukan aksi itu sudah bicara dengan NB.
Begitu korban ambruk dan dipukul, tambahnya, korban lalu dibawa ke Jalibar. Berikutnya, korban dibuang begitu saja di lokasi jembatan Jalibar. “Kami membuangnya pada Selasa dini hari. Kebetulan, korban bersama saya ke rumah NB, sekitar pukul 23.00,” tambahnya. (sit/aim)