Bekuk Pencuri Mobil Boks

TAK BERKUTIK  : Tersangka M Kahar bersama dengan barang bukti mobil boks hasil kejahatan.

MALANG - Satreskrim Polres Malang Kota  menangkap seorang pelaku pencurian mobil Mitsubishi L300 N 8251 DE, milik Lucas Candra Wijaya, 33 tahun. Tersangkanya Muhammad Kahar, 39 tahun, warga Kecamatan Tlanakan, Pamekasan - Madura. Ia ditangkap saat akan menjual mobil hasil curian.
Sementara seorang pelaku lainnya yakni Munaji (MNJ), yang diketahui sebagai otak pencurian hingga kemarin masih buron. "Untuk pelaku MNJ saat ini masih diburu. Sedangkan M KHR (M Kahar), mengaku baru sekali dan ia diajak oleh MNJ yang kini masih buron," ungkap Kasubag Humas Polres Malang Kota, AKP Nunung Anggraeni.
Aksi pencurian terjadi 7 Oktober lalu sekitar pukul 05.00, di Jalan Bandahara, Kelurahan Pisang Candi, Sukun. Sebelum beraksi mencuri, tersangka Kahar ditelpon oleh Munaji untuk datang ke Malang. Ia diajak oleh Munaji untuk mencuri mobil.
Karena butuh uang, apalagi juga dijanjikan akan mendapat bagian sebesar Rp 7 juta, tersangka langsung mengiyakan. Ia kemudian datang ke Malang. Oleh Munaji, tersangka dijemput di Terminal Arjosari, yang kemudian diajak ke Jalan Terusan Unmer Malang.
Sesampainya di Jalan Terusan Unmer Malang, datang satu pelaku lagi yang identitasnya masih belum diketahui. Kemudian tersangka Kahar dan Munaji, diantarkan ke lokasi pencurian dengan berboncengan tiga sepeda motor. Setelah berada di lokasi, Kahar dan Munaji ditinggal.
Keduanya ini kemudian beraksi mencuri. Munaji yang masih buron bertugas sebagai eksekutor. Sedangkan tersangka Kahar bertugas mendorong mobil. Setelah mobil terdorong beberapa meter, mesin mobil dinyalakan yang kemudian dibawa kabur ke Madura.
Terungkapnya aksi pencurian, berawal dari laporan korban ke petugas Polres Malang Kota. Berdasarkan laporan tersebut, polisi kemudian melacak keberadaan mobil melalui GPS. Hasilnya petugas berhasil menangkap Kahar saat hendak menjual mobil. Sedangkan Munaji, berhasil kabur. “Tersangka M KHR (Kahar) dengan MNJ (Munaji) ini saling kenal, karena keduanya sama-sama pernah tinggal di pondok pesantren,” tutur Nunung.(agp)