Bekuk Perampok Toko Waralaba

MALANG - Kerja keras Tim Reskrim Polres Malang Kota memburu pelaku perampokan minimarket, yang selama ini beraksi di Indomaret dan Alfamart akhirnya membuahkan hasil. Seorang pelaku yang diduga komplotan perampok toko waralaba, berhasil dibekuk dini hari kemarin. Bahkan polisi terpaksa melumpuhkan kakinya dengan timah panas karena berusaha melawan.
Kasatreskrim Polres Malang Kota AKP Adam Purbantoro, dikonfirmasi penangkapan tersebut membenarkan. Hanya dia mengatakan kalau pihaknya masih mengembangkan kasusnya, karena masih ada pelaku lainnya yang saat ini masih diburu. Termasuk identitas pelakunya juga masih dirahasiakan dengan alasan kepentingan penyelidikan.
"Alhamdulillah mas, ini berkat kerja keras dan doa dari rekan-rekan semua. Ada satu pelaku yang kami amankan, dan mengaku beraksi diempat TKP. Tapi kami mohon jangan dipublikasikan dulu, karena masih proses pengembangan, khawatir pelaku lainnya kabur," ungkap Adam Purbantoro.
Namun dari informasi yang diperoleh Malang Post di lapangan, pelaku diketahui berinisial TR, berusia sekitar 23 tahun. Pelaku diketahui warga Kecamatan Klojen, Kota Malang. Salah satu TKP perampokan yang dilakukan TR bersama komplotannya adalah Indomaret di Jalan Danau Sentani, Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang.
Hanya saja, ditangkap dimana TR masih belum diketahui. Apakah di rumahnya atau di jalan sesaat usai beraksi masih belum jelas. Namun demikian, dengan tertangkanya TR ini, diharapkan bisa mengungkap puluhan kasus perampokan di Indomaret dan Alfamart, yang terjadi di Kota/Kabupaten Malang. Termasuk mengungkap jaringan pelaku lainnya.
Terpisah, Kasatreskrim Polres Malang, AKP Wahyu Hidayat, dikonfirmasi mengatakan kalau pihaknya akan berkoordinasi dengan Polres Malang Kota untuk mengembangkan kasus perampokan tersebut. Apakah ada TKP perampokan lain di wilayah Kabupaten Malang.
"Kami masih belum tahu identitasnya. Hanya kami mendapat informasi ada pelaku perampokan minimarket yang diamankan Polres Malang Kota. Kami akan berkoordinasi untuk mengembangkan kasusnya, termasuk untuk membantu mengungkap pelaku lain yang belum tertangkap," terang Wahyu Hidayat. (agp/nug)