Ironi, Guru Agama Cabuli Siswinya Sampai Hamil

GURU CABUL : Agus dan Suparto, guru SMA dan orang tua murid yang ditangkap Polres Tanjung Perak Surabaya karena kasus pencabulan.

 
SURABAYA – Profesi guru sebagai pendidik mungkin sudah lazim. Tetapi, tidak demikian yang dilakukan Agus J (50 tahun) salah satu guru agama di salah satu sekolah SMA di kawasan Surabaya Utara.
Selain mengajar siswanya, Agus juga mencabuli siswanya sendiri, Bunga (15 tahun), bukan nama sebenanya. Tragisnya lagi, pencabulan dilakukan di gudang sekolah sampai menyebabkan Bunga hamil lima bulan.
‘’Korban tidak melawan karena saat mencabuli tersangka selalu menjanjikan membelikan ponsel. Karena diiming-iming korban pun memilih diam,’’ kata AKP M Aldy Sulaiman, Kasat Reskrim Polres Tanjung Perak Surabaya di kantornya, Senin siang.
Aldy menyebutkan, status Agus di sekolah tempat mengajar bukan guru tetap, melainkan guru honorer. Biasanya perbuatan pencabulan dilakukan saat sekolah sudah sepi dan tidak ada penjaganya.
‘’Pihak kepala sekolah sudah kita beritahu soal penangkapan salah satu guru honorernya. Dan pihak sekolah menyerahkan semua penanganan kasus ini kepada polisi,’’ katanya meyakinkan.
Menurut Aldy, kehamilan yang dialami korban memang tidak disebabkan oleh gurunya saja. Sebab, dalam pengakuannya korban menyebutkan kalau dirinya juga dicabuli Suparto (57 tahun) ayah kandungnya sendiri.
‘’Ketika diperiksa penyidik, tersangka mengaku telah mencabuli anaknya sebanyak tiga kali mulai tahun 2012. Sedang gurunya mencabuli korban sebanyak enam kali dan berakibat kehamilan,’’ paparnya.
Ditambahkan dia, tersangka guru agama honorer ditangkap dirumahnya pada 24 Oktober lalu setelah sehari sebelumnya petugas menangkap orang tua korban di rumahnya. Kedua pelaku yang sudah dipenjara ini diancam pasal 80, pasal 81, pasal 82 UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.
‘’Ancaman hukuman untuk keduanya penjara maksimal hingga 15 tahun penjara. Harusnya sebagai orang tua dan guru, kedua tersangka melindungi bukan mencabuli,’’ pungkasnya dengan menyebut telah disita barang bukti selembar baju, selembar celana dan sepasang sandal. (has/aim)