Histeris Saksikan Suami Tewas di Sumur

Petugas gabungan dari Tim SAR Brimob dan PMK Kota Batu, berusaha mengeluarkan korban dari dalam sumur beracun.
 
KARANGPLOSO-  Musim kemarau, memaksa Mulyo Jati, 45 tahun warga RT06 RW02 Dusun Bunder Desa Ampeldento, Karangploso masuk sumur untuk memperbaiki pompa air. Fatalnya, ketika berada di sumur berkedalaman 23 meter itu, nyawanya justru terenggut akibat keracunan gas, dengan kondisi tubuh tenggelam dan terikat tali tampar.
Musibah yang berlangsung pukul 17.30 itulah, yang mengejutkan warga sekitar. Petugas Polsek Karangploso pun, terpaksa minta bantuan tim SAR Brimob untuk melakukan evakuasi yang baru rampung sekitar pukul 18.30. Kondisi bapak tiga orang anak ini, sempat kritis selama proses evakuasi.
Sore itu, korban memang sedang membetulkan pompa air milik H Ghozali. Ketika pemilik rumah itu memanggil-manggil namanya, tidak ada jawaban dari dalam sumur. Ghozali pun panik, lalu meminta tolong tetangga. Sadar bahwa Mulyo sedang tak berdaya di dalam sumur, mereka cepat memasang blower yang di arahkan ke dalam sumur untuk memberi tambahan udara. Ada dugaan, sumur yang berada di ruangan tertutup itu kondisinya beracun.
Bahkan dalam proses evakuasi itu, polisi juga minta bantuan dari PMK Kota Batu. Begitu diangkat,   kondisi tubuh korban sudah basah kuyub, dengan posisi kepala di bawah dan perutnya terikat tali tambang yang sebelumnya dilakukan oleh korban sendiri sebagai pengaman. Begitu diperiksa, kondisinya sudah meninggal dunia.
 Petugas menemukan luka mengangga di dahi, yang diperkirakan timbul akibat terbentur dinding sumur. Namun demikian polisi menduga korban meninggal dunia akibat menghirup gas beracun, dugaan ini dikuatkan ketika nyala lilin di masukan ke dalam sumur, ternyata langsung padam.
Petugas evakuator dari anggota Brimob, juga harus turun ke dalam sumur dengan menggunakan tabung udara.  “Selain sangat dalam, di ruaangan sumur itu sangat sempit ditambah ada ceruknya, dan pepala korban terjepit disana, sehingga sangat sulit untuk mengeluarkan tubuhnya,” ujar petugas.
Korban akhirnya berhasil di evakuasi dan dibawa ke Kamar Mayat RSSA, untuk otopsi. “Saat itu korban diminta pemilik rumah, yakni Pak Ghozali untuk memperbaiki pompa air yang rusak,” jelas Kapolsek Karangploso AKP Sugeng Hardianto.
Saksi Ghozali mengatakan, bahwa memang korban turun ke dalam sumur sendirian. “Tiba-tiba dia jatuh dari tangga yang dibawahnya, kami menduga dia pingsan karena menghirup gas beracun,” terangnya.
Warmukayah, istri korban histeris plus berderai air mata, Dia berdiri di samping sumur dan tidak mau berpindah kemana-mana. Bahkan, ketika tokoh masyarakat setempat memintanya untuk pindah ke ruangan lain, Warmukayah tetap tidak mau beranjak, dia bersikeras tetap berdiri di dekat sumur.“Saya tidak apa-apa, dia (Mulyo) tadi telepon saya. Saya nggak mau pergi, di sini saja,” ujarnya tak mau beranjak dari TKP. (muh/lyo)