17 Tahun Tak Punya Anak, Pemulung Setubuhi Anak Angkatnya

MALANG – Warga Gadang Gg 4, Sukun, Kota Malang berinisial TMR, 39 tahun, terpaksa diamankan polisi karena telah menyetubuhi anak angkatnya, Intan, bukan nama sebenarnya, 16 tahun. Uniknya, istri TMR tahu suaminya telah menyetubuhi Intan dan justru membiarkannya.
"Istri diberitahu tersangka, tapi istri tidak apa-apa. Soalnya, mereka ingin punya keturunan. Sudah menikah 17 tahun, tapi belum punya keturunan," ujar Kasubag Humas Polres Malang Kota, AKP Nunung Angrraeni kepada Malang Post, kemarin (29/10/14).
Berdasarkan keterangan dari polisi, TMR yang kesehariannya menjadi pemulung itu sudah empat kali menyetubuhi anaknya. Kejadian pertama, terjadi pada bulan Januari 2014, pukul 01.00 WIB dini hari. TMR masuk ke kamar Intan dan mengajaknya berhubungan badan.
Intan sempat menolak. Tapi TMR justru mengancam gantung diri bila ajakannya ditolak. Akhirnya, Intan pun bersedia disetubuhi ayah angkatnya  itu. Saat melakukan perbuatan haram itu, istri TMR sedang bekerja sebagai tukang pijat.
Pengakuan tersangka, sudah empat kali dia bersetubuh dengan Intan. Dua kali pada Januari 2014, satu kali pada Februari 2014 dan terakhir di bulan Maret 2014. "Pada persetubuhan pertama dan terakhir, tersangka tidak memakai kondom dan mengeluarkan sperma di dalam. Persetubuhan kedua dan ketiga, tersangka menggunakan kondom," ungkap Nunung.
Sang istri, diberitahu TMR setelah persetubuhan kedua dilakukan. Saat diberitahu, sang istri tidak melarang dengan alasan dia tidak bisa memberi keturunan. Sementara Intan, sekarang diketahui sudah hamil. Usia kandungannya, enam bulan.
Sialnya, ternyata istri TMR yang mulanya diduga mandul, rupanya sudah hamil. "Setelah diketahui, istrinya juga sudah hamil empat bulan," jelas wanita berdarah Tulung Agung itu.
Tapi nasi sudah menjadi bubur. Tetangga TMR yang mengetahui kalau Intan hamil melaporkannya ke Polres Malang Kota. Alhasil, TMR dibekuk unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Malang Kota pada Kamis (23/10/14) lalu. "Tersangka dijerat pasal 81 nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara," kata Nunung.
Perlu diketahui, Intan diangkat sebagai anak sejak berusia tiga bulan. Saat itu, TMR masih bekerja sebagai tukang becak. Intan merupakan anak dari teman TMR yang juga bekerja sebagai tukang becak. Karena ibu Intan sudah meninggal, akhirnya Intan diikhlaskan ayah kandungnya kepada TMR. "Tersangka berjanji akan menikahi korban," pungkas Nunung. (erz)