Dibuang Rampok di Sumberbrantas

BUMIAJI - Hati-hato, kawasan Dusun Jurang Kuali, Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, mulai dijadikan perampok untuk membuang korban-korbannya. Fakta tersebut Rabu pagi kemarin dialami oleh Sugiarto alias Ismail, 48 tahun yang baru saja menjadi korban kejahatan perampok.
Ismail berjalan gontai dengan kondisi lemas dan kedinginan, menuju perkampungan Jurang Kuali untuk minta pertolongan penduduk setempat. Warga Kelurahan Banyuwangi RT 1 RW 1, Banyuwangi, ini pun datang dengan diliputi rasa takut. Dia mengaku, sekitar pukul 03.00 dibuang di pinggir Jalan Tunggangan, Jurang Kuali oleh sindikat rampok, dengan kondisi tangan dan kaki terikat lakban. Kedua matanya dan mulutnya pun ikut diplester lakban.
Namun suhu dingin dusun paling Utara Kota Batu, itu mampu membuat rekatan lakban kendor. Dia terus menggesek kedua tangannya, hingga berhasil melepaskan diri dari ikatan. “Korban beberapa kali meminta pertolongan kepada pengguna jalan, namun tidak ada yang berani berhenti. Akhirnya dia jalan kaki sekitar 2 kilometer menuju  permukiman penduduk,” ungkap Purwanto, Kaur Pemerintahan Desa Sumberbrantas.
Di permukiman warga inilah, korban mendapatkan pertolongan. Lalu warga melapor kepada ketua RT dilanjutkan mengadu secara berjenjang hingga ke Purwanto. “Kejadian ini sudah kami laporkan ke polisi, kemudian petugas menjemput korban ke Sumberbrantas,” tambah Purwanto.
Ismail menceritakan, peristiwa yang baru saja dialaminya berawal ketika menerima order pengiriman barang dari Indofood tempatnya bekerja. Order itu tak lain mengirim mie instans ke Pulau Lombok.
Dalam perjalanan mobilnya beriringan dengan beberapa truk, dan sesampainya di Grati Pasuruan Selasa (28/10) dini hari, ia memilih berpisah dengan rombongan karena harus beristirahat. “Saya ngantuk sekali, akhirnya saya pilih istirahat sebentar. Belum lama tertidur mendadak ada seseorang masuk ke dalam truk dan langsung mengalungkan clurit ke leher saya,” ungkap Ismail.
Kawanan rampok berjumlah 5 orang, satu orang bertugas masuk ke truk, dua orang di bawah truk dan dua orang lainnya berjaga di sebuah mobil Toyota Avanza warna gelap.
“ Sambil dikalungi clurit, saya disuruh turun dari truk. Kemudian disuruh masuk ke mobil Avansa, sementara dua pelaku lainnya naik ke truk. Di dalam mobil, saya diikat dengan lakban, saya tidak tahu diajak kemana saja wong mata saya juga ditutup,” jelasnya.
Dia hanya mendengar suara pelaku, kemudian dia tertidur karena kecapekan. Lalu dia terbangun ketika mobil berhenti di satu tempat, lalu dibuang di pinggir jalan Desa Sumberbrantas selang sehari setelah perampokan. Kapolsek Bumiaji, AKP Sutantyo mengatakan, terpaksa mengirim korban ke Polsek Grati, karena TKP perampokan itu berada di wilayah Pasuruan. (muh/lyo)