Polisi Gadungan Perdayai Warga Kauman

MALANG – Kendati sudah sering kali diperingatkan, namun masih saja ada yang menjadi korban penipuan dengan modus mengaku sebagai anggota polisi. Kali ini yang menjadi korbannya adalah Sri Mujiati, 59 tahun, warga Jalan AR Hakim IIB, Kelurahan Kauman Kecamatan Klojen. Akibat penipuan tersebut, korban mengaku menderita kerugian sekitar Rp 7 juta.
“Laporan korban sudah kami terima. Saat ini perkaranya sedang dalam tahap penyelidikan unit Reskrim. Barang bukti yang diserahkan korban saat laporan, adalah bukti slip transfer ke rekening pelaku,” ujar Kasubag Humas Polres Malang Kota, AKP Nunung Anggraeni.
Menurut keterangan korban kepada petuga saat laporan, peristiwa penipuan yang dialaminya bermula dari telepon masuk ke nomor handphonenya, Rabu (29/10) dini hari lalu sekitar pukul 00.15. Saat itu korban yang sedang tertidur, ditelpon oleh pelaku yang mengaku sebagai anggota Satuan Reskoba Polres Malang Kota. Pelaku mengaku bernama Imam Suseno.
Dalam pembicaraan lewat telepon, pelaku meyakinkan kalau anak korban ditangkap karena kasus narkotika. Jika korban tidak ingin anaknya diproses hokum, diminta untuk menebus dengan mentransfer ke rekening pelaku BRI milik pelaku dengan rekening 73260100145xxx atas nama Firman Jafed.
Mungkin karena kaget dicampur panic, tanpa ada curiga korban mengiyakan dan mengatakan segera mentransfer. Selanjutnya, korban langsung pergi ke ATM BCA Kudusan, dan mentransfer uang Rp 7 juta sesuai permintaan pelaku.
Setelah uang sudah ditransfer, sekitar pukul 03.00, anak korban yang dikabarkan telah ditangkap pulang. Anaknya mengaku sama sekali tidak pernah terlibat jaringan narkoba, apalagi sampai ditangkap polisi. Mungkin karena sadar merasa telah tertipu, akhirnya korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Malang Kota.
“Penipuan dengan modus seperti ini, sebetulnya bukan sekali saja. Saya kembali mengimbau kepada masyarakat untuk tidak percaya dengan telepon gelap yang mengaku sebagai polisi, apalagi sampai meminta tebusan. Karena bisa saja penelpon itu adalah penipu. Oleh karena itu, sebelum mengambil keputusan, lebih baik dikonfirmasikan terlebih dahulu,” jelas Nunung.(agp)