Dor! Dor! Empat Perampok Tewas

Spesialis Alfamart-Indomaret, Masih Ada yang Kabur
MALANG – Polres Malang tak mau berlama-lama ‘dikerjai’ rampok toko modern yang dalam sebulan ini sudah merampok 6 tempat. Rasa geram mereka terbayar lunas dini hari kemarin. Enam pelaku berhasil ditangkap, empat di antaranya ditembak mati, dua lain hingga tadi malam masih dimintai keterangan dan satu orang kabur.
Terungkapnya jaringan pelaku perampokan, menurut Kapolres Malang AKBP Agus Haryanto berawal saat Habibi (26) dan Nur Wahyudi (30) beraksi Kamis dini hari (30/10/14). Warga RT12 RW 03 Desa Krebet, Bululawang dan Dusun Sido Makmur RT 08 RW 04 Desa Ngawonggo Tajinan ini hendak merampok Indomaret Jalan Raya Ngijo. Sesuai rekaman CCTV, dua pelaku datang pukul 03.29 WIB. Terlihat, Habibi masuk Indomaret sedangkan Nur Wahyudi menunggu di atas motor Satria FU nopol N 2228 CF yang diparkir tepat di depan pintu toko.  Saat itu Habibi langsung menodongkan pistol kepada Andi Setiawan,  24 tahun, warga Jalan Cempaka , Batu yang saat itu bertugas sebagai kasir.  
Namun sebelum aksi tersebut berhasil, anggota buser Polres Malang keluar dari tempat persembunyian. “Sejak kasus pencurian dengan kekerasan meningkat, kami memerintahkan anggota untuk melakukan penjagaan intensif di semua pertokoan modern yang buka 24 jam,’’ kata Kapolres.
Wahyudi yang berada di luar mengetahui keberadaan petugas dan langsung memberi tahu Habibi dengan melempar batu ke kaca Indomaret. Habibi kaget dan langsung keluar. Sambil menodongkan pistol Habibi naik di boncengan Wahyudi dan kabur ke arah Singosari.  
Petugas tak mau tinggal diam dan memberikan tembakan peringatan tiga kali ke udara sembari mengejar mereka. Namun tembakan tersebut tidak diindahkan, Habibi justru membalas tembakan tersebut. Tidak ingin target kembali lolos, petugas langsung menghubungi rekan polisi lain melalui HT yang kemudian ikut melakukan pengejaran.
“Saat itu kami langsung koordinasi dengan anggota Polsek Karangploso dan anggota Polsek Singosari dan bersama-sama melakukan pengejaran ke arah Singosari,’’ kata Kapolres.
Habibi dan Wahyudi kabur hingga jalan Desa Langlang. Di sini, petugas kembali meletuskan tembakan hingga motor yang dikendarai pelaku roboh. Diduga, saat itu Habibi terkena tembakan pertama di paha kanan. Bukannya menyerah setelah terjatuh dari motor, keduanya kembali berdiri dan mencoba berlari untuk kabur.  Alhasil, petugas pun memberondong keduanya dengan timah panas hingga keduanya kembali ambruk.
Menurut salah satu sumber, Habibi lebih dulu ambruk tapi masih hidup, sedangkan Wahyudi berada sekitar 100 meter dari Habibi dalam  kondisi tidak bernyawa. Petugas pun membawa Habibi ke RSSA Malang dan mencercanya dengan pertanyaan dan keluarlah pengakuan tentang satu persatu komplotannya. Sayang, saat masih menyebutkan lima orang, Habibis tewas dalam perjalanan menuju RSSA Malang.
Sementara itu petugas yang mendapatkan keterangan dari Habibi langsung melakukan pengembangan dan membentuk tiga tim untuk bergerak cepat. Tim pertama dan kedua dipimpin Kasatreskrim Polres AKP Wahyu Hidayat langsung mendatangi rumah Rudi Hermawanto, 28 tahun, warga RT 19 RW 02 Desa Kidal, Tumpang  dan Nurkholik alias Kipli, 31 tahun, warga Jalan  Candirejo RT 03 RW 01 Desa Kidal, Tumpang.
Saat bersamaan, tim ketiga yang dipimpin Wakapolres Malang Kompol Victor D M juga melakukan pengejaran ke rumah tiga orang lainnya, MF, 23 tahun, warga Desa Kanigoro Blitar dan FA, 25 tahun, warga Kelurahan Karang Besuki, Sukun serta NS.  “Kami mendatangi rumah Rudi lebih dulu. Saat itu dia masih tidur dan kaget begitu kami datang. Namun langsung menenteng senjata tajam untuk melawan. Melihat aksinya yang membayakan kami langsung menembak,’’ kata Kasat yang mengatakan sebelumnya dia juga sempat memberikan tembakan peringatan. Rudi pun tewas seketika tidak jauh dari rumahnya.
Saat melakukan penggeledahan di rumah Rudi, petugas berhasil mengamankan barang bukti, satu unit pistol jenis FN rakitan, 19 amunisi kaliber 9.0 dan satu selonsong amunisi kaliber 9.0, satu celurit dan satu motor Kawasaki Ninja. Dari rumah Rudi, petugas menuju rumah Nurkholik. Pria ini juga melakukan hal sama, melawan. Dia menghunuskan senjata tajam yang disimpan tidak jauh dari tempat tidurnya. “Saat itu pelaku sempat kabur juga, keluar rumah,’’ tambah Kasat.
Petugas pun bertindak tegas, dan menembak Nurkholik. Apes, tembakan yang semula diarahkan ke kaki, justru mengenai dada Nur. Petugas juga langsung menggeledah rumah Nur. Hasilnya, petugas menemukan satu celurit dan satu pisau. “Celurit dan pisau itu identik dengan yang digunakan pelaku saat beraksi di beberapa TKP baik Alfamart maupun Indomaret,’’ ucap Kasat.
Sementara tim ketiga yang dipimpin Wakapolres menuju ke rumah kos MF. Pria yang mengaku DO di salah satu kampus negeri ini menyerah saat petugas datang. Namun saat hendak dikeler MF justru berusaha kabur. Hasilnya, petugas menembak kakinya. Begitu juga dengan FA, petugas menembak kakinya. “Dua tersangka terpaksa kami tembak karena berusaha kabur,’’ kata Victor.
Sedangkan NS saat didatangi rumahnya, dia tidak berada di rumah. “Pengejaran kami tidak berhenti, sampai jaringan ini betul-betul tuntas, termasuk NS bisa tertangkap. Kami terpaksa menggunakan inisial untuk tiga pelaku terakhir karena NS masih kabur,’’ tandas Victor.(vik/han)