Warga Wagir Jadi Buron Polisi

MALANG -  Polres Malang akhirnya memasukkan nama NS, 25 tahun, warga Wagir  ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) seiring belum adanya niat baik dari NS, untuk menyerahkan diri pasca penangkapan perampok jaringan minimarket, Kamis (30/10) dini hari lalu. Hal ini dikatakan Kasatreskrim Polres Malang AKP Wahyu Hidayat, kemarin.
Menurutnya, sejak kasus perampokan spesialis Alfamart dan Indomaret terungkap dan empat pelakunya ditembak mati, pihaknya sudah menyerukan agar NS menyerahkan diri. Tapi hingga kemarin, NS belum juga memperlihatkan batang hidupnya. “NS salah satu komplotan kasus perampokan Alfamart dan Indomaret, serta beberapa kasus perampokan di TKP wilayah pemukiman,’’ katanya.
Lantaran itulah, Wahyu mengatakan, dengan masuknya nama NS ini, pihaknya pun melakukan pengejaran secara intensif.  “Kami sudah memberikan kesempatan kepadanya untuk menyerahkan diri, tapi karena sampai saat ini belum ada itikad baik, maka kami pun tidak segan-segan memberikan tindakan tegas,’’ katanya.
Apakah tindakan tegas tersebut petugas akan menembak mati NS seperti yang dilakukan kepada empat pelaku lain? Wahyu hanya tersenyum. Dia hanya mengatakan, pihaknya menembak jika pelaku melakukan perlawanan atau kabur saat dilakukan penangkapan. “ Yang pasti sekarang anggota masih menyebar, beberapa informasi mengatakan, NS kabur ke Surabaya dan anggota melakukan pengejaran ke sana,’’ urainya.
Disinggung soal peran NS dalam komplotan Kadung Cs, Wahyu menceritakan dengan gamblang. Sesuai dengan keterangan MF dan FA, peran NS adalah pemberi informasi atau yang menggambar lokasi yang akan dijadikan sasaran. Salah satu lokasi hasil ‘gambaran’ NS adalah di Toko Rejomulyo, Wagir. NS secara detail memberikan gambaran toko yang menjual bahan bangunan ini kepada Kadung, selanjutnya Kadung lah yang berperan menyusun rencana aksi.
“NS merupakan mantan karyawan di toko itu, sehingga dia cukup paham tentang lokasi serta kondisi toko,’’ urainya.  Bukan itu saja, NS juga yang ‘menggambar’ toko modern Alfamart di Turen. Sekalipun bukan mantan karyawan, NS cukup paham lokasi.
Selain yang memberikan informasi, NS juga beberapa kali terlibat langsung dalam melakukan tindak kriminal. Wahyu menyebutkan, salah satunya dia melakukan perampasan uang di Jalan Raya Sulfat, Kota Malang. Dia juga ikut terlibat dalam aksi jambret kalung di Wagir. “Kejahatan NS ini, selain sebagai yang menggambar lokasi, dia juga terlibat langsung. Saat bertindak langsung dia selalu membawa senjata tajam jenis celurit,’’ ungkapnya.  
Bahkan, saat beraksi Wahyu mendapat informasi jika NS ini cukup sadis. Dia juga tidak segan-segan menganiaya korbannya. “Untuk detail perannya nanti, jika dia (NS) tertangkap,’’ tandasnya. (vik/han)