Segera Kumpulkan Pengelola Alfamart-Indomaret

Terungkapnya kasus perampokan spesialis Alfamart dan Indomaret tidak membuat Polres Malang menurutkan intensitas penjagaan wilayah. Ini karena, masih banyak kelompok pelaku yang berkeliaran dan belum terungkap. Hal ini kemarin dikatakan oleh Wakapolres Malang Kompol Victor D Macbon. Kepada Malang Post, Victor menguraikan jika pihaknya terus melakukan patroli di seluruh wilayah Polres Malang.
“Belum ada penurunan intensitas untuk pengamanan. Semua anggota jajaran Polres Malang tetap siaga. Secara mobile anggota melakukan patroli,’’ katanya.
Fokus pengamanan, dikatakan Victor, tidak hanya di pertokoan modern yang buka 24 jam, tapi juga di wilayah pemukiman masyarakat, yang selama ini juga tidak luput dari aksi kejahatan pelaku kriminal.
Bukan itu saja, agar kasus kejahatan perampokan tidak kembali menimpa Alfamart dan Indomaret, dalam waktu dekat pihak Polres Malang akan mengumpulkan para pengusaha dua pertokoan tersebut, untuk membicarakan sistem keamanan. Dalam hal ini, pihaknya tidak sendirian, menurut mantan Kanit Jatantras, Ditreskum,  Polda Jatim ini sudah berkoordinasi dengan Pemkab Malang.
 “Saat pertemuan nanti akan dibahas tentang sistem keamanan,’’ katanya. Victor mengaku, sistem keamanan di pertokoan modern seperti Alfamart dan Indomaret sangatlah lemah. CCTV yang dipasang tidak banyak membantu, terlebih banyak pelaku yang beraksi menggunakan cadar. “Semoga nanti ada solusinya,’’ tandasnya.
Senada, Kabupaten Malang memberikan apresiasi terkait ajakan Polres Malang untuk mengumpulkan para pengusaha pertokoan modern. Bahkan Pemkab Malang pun siap jika sewaktu-waktu datang. Hal ini kemarin dikatakan oleh Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar (Disperindagsar) Ir Helijanti Koentari. Wanita yang ditemui Malang Post di sela-sela acara Panen Raya Pohong Madep Manteb di Desa Jatisari, Tajinan ini mengatakan, jika masalah keamanan tidak hanya tanggung jawab petugas kepolisian tapi menjadi tanggung jawab bersama.
“Alfamart dan Indomaret memang bernaung di bawah naungan Disperindagsar. Saya sangat setuju jika Polres Malang berencana mengumpulkan para pengusaha terkait soal keamanan,’’ katanya.
Sesuai data, Heli begitu wanita ini kerap disapa, di Kabupaten Malang ada 117 pertokoan modern. Dari jumlah tersebut ada 25 persen yang buka 24 jam. Kondisi inilah yang menjadi pemicu maraknya perampokan. Menurutnya, pengusaha tidak memberitahukan jam operasional, saat mereka membuka tempat usaha. Bukan itu saja, Heli juga mengatakan jika pengusaha pertokoan modern tidak pernah mengindahkan aspek keamanan. “Saat kemarin sempat membahas dengan kepolisian, toko modern yang operasionalnya 24 jam diminta untuk tidak membuka seluruh toko, tapi sistem loket seperti apotek. Jika alasannya sebatas memberikan pelayanan pada kebutuhan mendesak warga, begitu saja cukup,’’ urainya. (vik/han)