BPKB Dibawa Kabur Istri, Bikin STNK Palsu

KEPANJEN- Aksi Suhartoyo, 36 tahun warga Dusun Krajan, Desa Tumpakrejo, Kecamatan Kalipare bisa dibilang nekat. Karena BPKB mobilnya dibawa kabur istrinya, dia nekat memalsukan STNK  mobil Toyota Yariz N 4481 DC yang diakui miliknya.
“BPKB kendaraan itu dibawa kabur istri saya. Sementara STNK kendaraan, kemudian mati selama 4 tahun. Karenanya, kemudian memalsukan STNK untuk kepentingan operasional saya,” ujar Suhartoyo.
Diakui Suhartoyo, STNK palsu dimilikinya dibeli dari seorang teman di Surabaya yakni Bambang. Saat itu, STNK dibeli seharga Rp 200 ribu dengan masa proses pembuatan selama lima bulan.
“Saya dapat STNK itu dari membeli. Sementara kendaraan itu, memang milik saya,” ujarnya.
Terungkapnya dugaan pemalsuan STNK itu, saat petugas kepolisian menggelar razia rutin yang berlangsung di Jalan Raya Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, pada 24 Oktober lalu. Dalam razia tersebut, petugas berhasil menghentikan laju mobil yang nomor polisinya mencurigakan. Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui kalau STNK mobil yang saat itu digunakan oleh Sumardi, 38 tahun warga Desa Karangrejo, Kecamatan Donomulyo, tidak sesuai dengan kendaraan.
Dari kecurigaan itu, petugas kemudian melakukan pengembangan. Hasilnya, kendaraan diketahui milik Suhartoyo. Sedangkan Sumardi, hanya orang suruhan dari tersangka. Tak ayal, pria itu pun dikeler untuk dilakukan pemeriksaan di Mapolres Malang.
“Diduga pemalsuan yang dilakukan tersangka ini bukan sekali. Karenanya, anggota akan melakukan pengembangan terkait temuan ini. Meski pun, dari pengakuan pelaku kalau kendaraan itu adalah milik pribadi,” kata Kanit IV Reskrim Polres Malang, Iptu Sutiyo. (sit/aim)