Dicurigai Selingkuh, Tusuk Mantan Pacar

SURABAYA- Wulan (31), warga Jalan Rangkah, Kapas Baru, Surabaya nekat menikam Johan (31), mantan pacarnya dengan pisau lipat. Aksi nekat itu dilakukan karena Antok, suaminya selalu curiga kalau dirinya selingkuh. Kini, Wulan dan sang suami kini harus mendekam di balik jeruji besi.
Awal cerita pasangan pasutri ini, kata Kanit Reskrim Polsek Sukomanunggal, AKP Sukarno, kalau permasalahan dipicu atas ketidakpercayaan Antok terhadap istrinya (Wulan). Antok menuding istrinya masih berselingkuh dengan pria idaman lain, yaitu Johan (31), warga Sambi Arum, Manukan, Surabaya.
Sebelum dijenjang pelaminan, Wulan saat itu bekerja sebagai sales di perusahaan peralatan kesehatan. Di situ Wulan mendapatkan cinta lokasi dengan Johan, teman sekantor. Tetapi hubungannya tidak sampai berlanjut ke pelaminan. Sampai akhirnya Wulan memutuskan menikah dengan Antok, yang sama-sama berprofesi sebagai sales peralatan yang sama, namun beda perusahaan. Dari hasil pernikahan itu, Wulan dan Antok dikarunia seorang anak.
Berjalannya hubungan rumah tangga, kedua pasangan muda ini kerap diwarnai pertengkaran. Pemicunya, Antok mencurigai Wulan kembali berhubungan dengan Johan, dan menjalin kasih di belakang Antok. Tudingan itu membuat Wulan kesal dan akhirnya mucul sebuah keputusan atau pembuktikan kalau cintanya masih setia kepada Antok. Keputusan itu Wulan membawa berbekal pisau lipat, lalu sambil mengajak suaminya untuk menemui Johan.
Pada 26 Agustus 2014 lalu, sekitar pukul 15.00 WIB, pasutri ini berboncengan mengendarai motor Honda Supra X 125 Nopol L 5342 FD. Mereka membuntuti Johan saat hendak pulang dari bekerja. "Waktu melihat korban (Johan) di depan Rumah Sakit Haji Sukolilo, kendaraan korban disundul (senggol) dari belakang oleh kedua tersangka. Kejadian itu dilakukan di sepanjang perjalanan," terang Sukarno, pada wartawan, Selasa (4/11/2014).
Karena senggolan tidak mengakibatkan Johan jatuh, saat berada di daerah Perumahan Satelit Indah, Surabaya, laju Johan dipotong. Seketika Wulan turun sambil mengambil pisau lipatnya dan langsung menyarangkannya ke punggung sebelah kiri Johan. "Pisaunya menancap di tulang belikat korban. Begitu dalamnya tusukan, ujung pisaunya hampir mengenai jantung korban. Dan jaraknya kurang lebih dua centimeter. Untungnya korban berhasil diselamatkan setelah dilarikan ke rumah sakit terdekat," terangnya.
Usai menusuk Johan dari belakang, pasutri satu anak itu kabur meninggalkan korbannya yang tersungkur. Sejak saat itu, untuk menghindari kejaran polisi, Wulan dan Antok hidup berpindah-pindah dari satu rumah kos ke kos yang lain. "Setelah ditetapkan sebagai DPO, keduanya berhasil kita tangkap beberapa hari lalu di salah satu rumah kosnya di Jalan Rangkah, Surabaya," ujarnya.
Bersama dengan dua tersangka ini, polisi juga menyita barang bukti berupa pisau lipat, motor tersangka, dan jaket serta baju milik korban, yang masih berlumur darah. Saat ini, tersangka Antok ditahan di Mapolsek Sukomanunggal, sedangkan Wulan dititipkan di tahanan wanita Polrestabes Surabaya. "Mereka kita kenakan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan, dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara," tegas dia. (jpnn/udi)