Kasir Tersenyum Ditodong Pistol

PENGGANTI : Pelaku tewas rekonstruksi kasus perampokan Indomaret , Ngijo, Karangploso gunakan peran pengganti, kemarin.

MALANG - Polisi menggelar rekonstruksi upaya perampokan terhadap toko modern Indomaret di Ngijo Karangploso, kemarin. Dalam reka ulang itu, ada 10 adegan yang didalami oleh petugas. Mulai dari kedatangan para tersangka, hingga proses kaburnya mereka.
Muhammad Andi Setiawan, 20 tahun, warga Jalan Cempaka, Batu, sama sekali  tidak terlihat tegang. Mimik wajah  kasir Indomaret, Jalan Raya Ngijo, Karangploso ini tampak biasa, sekalipun sedang ditodong pistol  oleh Nur Wahyudi.  Bahkan, dia juga sempat tersenyum, meskipun moncong senjata yang dibawa Nur Wahyudi mengarah tepat di kepalanya.
Ketegangan tidak terlihat, karena itu hanya adegan rekonstruksi perampokan. Terlebih, pelaku yang menodongkan pistol adalah petugas, dan pistol yang digunakan juga bukan pistol asli, alias hanya air soft gun. “Kalau yang sekarang tidak takut. Beda seperti saat kejadian Kamis (30/10) dinihari lalu,’’ kata Andi yang mengatakan, saat kejadian dirinya mengaku sangat tegang. Andi mengaku, takut jika pistol yang ditodongkan kepadanya memuntahkan peluru. “Saya sudah tahu kalau ada polisi di depan melakukan penjagaan, tapi tetap saja, karena saya yang ditodong pistol, tetap ada rasa takut,’’ urainya.
Saat rekonstruksi yang digelar kemarin, Andi memang tidak banyak memberikan keterangan. Dia hanya mengaku, saat pelaku datang dan menodongkan pisau dirinya, hanya sempat mengangkat kedua tangan, dan tiga kali berteriak ampun.
Sementara keterangan lengkap justru diberikan oleh Zakaria Zuhul, 22  tahun, warga Jalan Kolonel Sugiono Gg IV , Kota Malang saat kejadian juga sedang berjaga. Zakaria menceritakan tahap demi tahap pelaku beraksi di tempatnya bekerja kepada petugas.
Dimulai dari kedatangan pelaku. Saat itu Nur Wahyudi dan Agus Habibi alias Bibi datang menggunakan motor Suzuki Satria N 2228 CF. Saat itu, Nur Wahyudi turun dari motor, sedangkan Bibi menunggu di atas motor.
“Parkirnya tidak di depan pintu, tapi di depan sana satu meter dari tiang listrik,’’ kata Zakaria. Saat masuk pelaku yang menggunakan cadar lebih dulu melihat-lihat, dan tidak lama kemudian pelaku menodongkan pistol kepada Andi.
“Pelaku menodongkan pistol dengan tangan kiri pak, bukan tangan kanan,’’ koreksi Zakaria, saat melihat petugas menodong pistol dengan tangan kanan.  Pelaku sempat meminta uang saat itu, namun belum sempat uang diberikan, Polisi yang bersembunyi di rombong  depan Indomaret keluar. Keluarnya petugas ini memicu reaksi Bibi  yang saat itu menunggu di atas motor. Dengan pisau belati di tangan kanan, Bibi memberi kode kepada Wahyudi. Wahyudi langsung merespon.  Sambil tangan kirinya masih menodongkan pistol, pria ini berusaha kabur keluar.
Sementara Wahyudi melangkah, Bibi balik kanan untuk mencari batu besar, selanjutnya dilempar, dan mengenai salah satu kaca pertokoan. Sementara petugas saat itu sempat menodongkan pistol ke arah Wahyudi. Hingga akhirnya dua pelaku kabur menggunakan motor, dengan senjata api di tangan kiri. Petugas sendiri sempat meletuskan tiga kali tembakan peringatan. Selanjutnya dengan anggota polisi lain yang datang, petugas tersebut melakukan pengejaran.
 “Ada 10 adegan yang diperankan. Adegan-adegan tersebut mengacu pada keterangan,  tiga saksi, yaitu dua saksi korban sebagai pegawai toko dan satu anggota Polsek Karangploso,’’ Kapolsek Karangploso AKP Sugeng  Hardiyanto. Selain cara memegang senjata, tidak ada adegan lain yang dikoreksi, alias seluruh adegan sudah dilakukan dengan baik dan benar.
Saat rekonstruksi berlangsung, petugas juga tidak mendapatkan kendala apapun. Itu karena seluruh saksi sangat kooperatif dalam memberikan keterangan. Bahkan, karena sangat lancar, rekonstruksi ini berjalan sangat cepat, atau  tidak lebih dari 1 jam. Saat rekonstruksi dilakukan, banyak warga yang melihat. Tapi begitu, mereka cukup tertib, karena petugas sendiri melarang mereka masuk dari batasan yang sudah ditentukan. “Masyarakat juga sangat kooperatif, jadi sangat memudahkan kami saat menjalankan seluruh adegan rekonstruksi ini,’’ kata Sugeng.
“Rekonstruksi ini kan digelar tak lain untuk mengetahui kejadian yang sebenarnya, yang diambil dari  keterangan para saksi, baik saksi karyawan maupun saksi petugas. Rekonstruksi hanya dilakukan di TKP Indomaret saja, yang menjadi TKP perampokan, sedangkan lainnya mungkin bisa dikonfirmasi ke Polres,’’ tandas Sugeng.
Seperti yang diberitakan Malang Post,  anggota Polres Malang berhasil mengungkap enam pelaku perampokan spesialis Indomaret dan Alfamart. Empat diantaranya ditembak mati, yakni Agus Habibi alias Bibi, 26 tahun, warga RT12 RW 03 Desa Krebet, Kecamatan. Bululawang, Kabupaten Malang, Nur Wahyudi alias Doble, 30 tahun warga Dusun Sido Makmur RT 08 RW 04 Desa Ngawonggo Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, Rudi Hermawanto alias Kadung, 28 tahun warga RT 19 RW 02 Desa Kidal, Kecamatan Tumpang,  dan Nurkholik alias Kipli 31 tahun, warga Jalan  Candirejo RT 03 RW 01 Desa Kidal Kecamatan Tumpang.
Sementara dua tersangka lainnya adalah MF, 23 tahun, warga Desa Kanigoro, Blitar dan FA, 25 tahun, warga Kelurahan Karang Besuki, Sukun. Keduanya oleh petugas dihadiahi timah panas masing-masing di betis kanannya.(vik/ary)