Joki Kuda Jambret Karyawan Indomaret

BULULAWANG – Fardu Iswahyudi, 18 tahun dan Amirul Hakim, 19 tahun, keduanya warga Desa Krebet, Kecamatan Bululawang, Rabu (5/11) malam lalu harus berurusan dengan anggota Polsek Bululawang. Keduanya ditangkap dengan tuduhan melakukan perampasan tas milik Novita Irianti Anjarsari, 20 tahun, warga Jalan Stadion Utara RT02 RW15, Kelurahan/Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Kamis (16/10) lalu.
Dari tangan keduanya, petugas juga mengamankan barang bukti satu unit motor Honda Vario nopol N 5774 DS, uang Rp 40 ribu, tas warna cokelat, STNK motor, kartu ATM  BCA, Kartu Jamsostek, Kartu BPJS, Kartu Identitas karyawati Indomaret  atas nama korban.
 “Motor yang kami amankan merupakan kendaraan yang digunakan dua tersangka ini saat merampas tas korban,’’ terang Kapolsek Bululawang Kompol Agus Napitupulu.
Agus mengatakan, terungkapnya kasus perampasan ini tak lain berawal dari penyelidikan yang dilakukan anggota Polsek Bululawang. Sejak mendapat laporan adanya kasus perampasan di Jalan Raya di Desa Bakalan, Bululawang Kamis (16/10) lalu, pihaknya tidak berhenti melakukan penyelidikan.
Beberapa saksi mata yang mengetahui peristiwa ini dimintai keterangan, tidak terkecuali korban yang saat itu dirawat di RSSA Malang akibat jatuh dari motor setelah ditendang pelaku juga dimintai keterangan.
“Dari hasil penyelidikan inilah, kemudian mengarah jika pelaku perampasan adalah Wahyudi dan Hakim. Sehingga, tadi malam (rabu malam) kami pun bergerak, dengan menangkap tersangka,’’ kata Kapolsek.
Menurut Agus, Hakim ditangkap lebih dulu. Pria yang menjadi joki kuda ini ditangkap di rumahnya. Saat ditangkap, Hakim sama sekali tidak melakukan perlawanan, sebaliknya dia justru menyerah begitu petugas membawanya ke Polsek Bululawang. Termasuk saat petugas menggeledah rumahnya, Hakim sama sekali tidak melawan.
“Di rumah Hakim, kami menemukan beberapa barang bukti, termasuk motor dan tas yang berisi berbagai kartu identitas milik korban,’’ kata Agus.
Tidak puas, petugas pun melakukan pengembangan, dengan meminta Hakim menunjukkan tersangka lain. Hasilnya, dari mulut Hakim, petugas pun mendapat nama Wahyudi. Malam itu juga, petugas langsung mendatangi rumah Wahyudi, dan menangkapnya. “Saat kami tangkap, Wahyudi sedang istirahat di rumahnya. Dia juga tidak melakukan perlawanan,’’ tandasnya.
Sementara itu, kepada wartawan baik Hakim maupun wahyudi mengelak dituduh menendang korban. Sebaliknya, keduanya mengatakan hanya menjajari laju motor Honda Beat yang dikendarai korban, kemudian mengambil tas di dek motor. Selanjutnya keduanya pun kabur. “Waktu itu Hakim yang joki, dan saya dibelakang. Saya berperan mengambil tas, tidak menendang korban. Hakim juga tidak menendang,’’ kata Wahyudi. (vik/aim)