Tengku Ditangkap Saat Pesta Ganja

Tengku Reza, yang ditangkap Timsus Reskrim Polres Malang Kota, pada 24 Oktober lalu di Jalan Jaksa Agung Suprapto III Malang ternyata tidak sendirian. Polisi saat itu juga ikut mengamankan Mulyadi, 25 tahun. Mulyadi adalah suami dari adik iparnya, yang tinggal di Gang Masjid Jalan Jaksa Agung Suprapto III Malang.
Polisi ikut menangkap Mulyadi, karena saat penggrebekan Tengku berada di rumahnya. Hanya saja dalam pemeriksaan, Mulyadi tidak terbukti ikut melakukan perampokan minimarket. Ia diproses hukum, karena kasus narkotika.
Sebab dalam penggeledahan, petugas menemukan setangkai ganja yang terdiri dari biji, batang serta daun di dalam rumahnya. Barang haram tersebut diakui memang miliknya. Bahkan, dari sumber Malang Post di kepolisian, menyebutkan kalau keduanya ini ditangkap saat sedang pesta ganja. Mereka sempat berusaha kabur, karena ketakutan ketika polisi datang menggrebek.
Kasatreskrim Polres Malang AKP Adam Purbantoro, dikonfirmasi memang membenarkan ikut menangkap Mulyadi. “Namun setelah kami periksa, ia tidak terlibat kasus perampokan. Mulyadi kami amankan karena kasus narkoba,” ujar Adam.
Dijebloskannya tersangka Mulyadi ke dalam terali besi Mapolres Malang Kota ini, juga dibenarkan Kasatreskoba AKP Mariyono. Ia mengatakan telah memproses dan menetapkan Mulyadi sebagai tersangka kasus narkotika jenis ganja.
“Mulyadi kami tetapkan sebagai tersangka karena terbukti memiliki ganja. Barang bukti ganja yang ditemukan Unit Reskrim saat melakukan penggeledahan di rumahnya, diakui oleh Mulyadi memang miliknya,” tuturnya.
Ditambahkan Mariyono, dalam pemeriksaan tersangka Mulyadi mengaku mendapatkan ganja tersebut dari seorang temannya. Namun setelah dikembangkan, ternyata nama yang disebut tersangka sebagai pemasok tidak ada. Otomatis polisi kesulitan untuk mengungkap pemasoknya, karena Mulyadi masih berbelit dalam memberikan keterangan.
“Kami akan tetap mengembangkan kasusnya. Dan untuk tersangka Mulyadi kami jerat dengan Pasal 111 ayat 1 Undang-undang Narkotika nomor 35 tahun 2009 tentang kedapatan memiliki dan menyimpan narkotika. Ancaman hukumannya minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun kurungan penjara,” tegasnya.(agp/ary)