Ngeri, Jaringan Lain Gentayangan

Komplotan Perampokan Minimarket
MALANG – Kasus perampokan minimarket, menjadi atensi khusus polisi untuk segera diungkap tuntas. Polres Malang Kota, terus memburu pelaku lain yang sampai saat ini masih buron. Salah satunya berinisial D, warga Kota Malang yang diduga sebagai otak jaringan kelompok Tengku Reza dan Iwan Wicaksono alias Maknyik, yang sudah lebih dulu diamankan.
Kapolres Malang Kota, AKBP Totok Suharyanto mengatakan, masih ada dua pelaku dari kelompok Tengku dan Maknyik yang namanya masuk dalam target operasi (TO). Kedua nama ini diakui memiliki peran penting dalam aksi perampokan minimarket yang terjadi di Kota Malang. Karena dari dua pelaku inilah, nantinya akan terbongkar jaringan pelaku lainnya.
“Masih ada dua pelaku yang saat ini masih kami kejar. Dua tim anggota sudah kami perintahkan untuk memburu mereka. Siapa saja mereka, masih rahasia karena masih belum tertangkap,” ujar Totok kepada Malang Post.
Apakah mereka jaringan perampok toko emas Bulan Purnama yang pernah beraksi di Kota Malang ?, Totok  tidak membenarkan. Ia menegaskan bahwa dua perampok yang berhasil ditangkap serta dihadiahi timah panas pada kakinya ini, adalah spesialis perampok minimarket. Dari empat aksi perampokan yang diakui, semuanya adalah toko waralaba.
Lantas darimana asal usul senjata api rakitan yang digunakan pelaku beraksi ? Perwira dengan pangkat dua melati ini mengaku masih menyelidiki. Sebab pemilik senpi rakitan tersebut, adalah pelaku yang kini masih buron.
Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Adam Purbantoro mengatakan, selain fokus memburu D yang menjadi otak perampokan, pihaknya juga menyelidiki adanya pelaku lain. Karena dugaan masih ada kelompok lain, selain kelompok Tengku Reza dan kelompok Rudi Hermawanto alias Kadung Cs yang ditembak mati Polres Malang.
Indikasi tersebut melihat dari jumlah kasus perampokan yang terjadi di Kota Malang. Selama 2014 ini, Adam menyebut ada sekitar 12 kasus perampokan minimarket. Dari 12 TKP tersebut, hanya 6 TKP yang terungkap. Dimana tiga TKP diakui oleh kelompok Tengku Reza, sedangkan tiga TKP lain diakui kelompok Kadung Cs.
Sisa enam TKP yang belum terungkap inilah, yang menjadi dugaan ada kelompok lain selain dua kelompok perampok spesialis minimarket yang sudah terungkap. Untuk mengungkap itu, Adam menegaskan akan berkoordinasi dengan Polres Malang, termasuk dengan Polda Jatim untuk mengungkapnya.
“Apakah ada kelompok lain inilah, yang saat ini masih kami selidiki. Yang pasti saat ini kami fokus pada pelaku yang masih buron. Mudah-mudahan saja, nantinya ada titik terang jika D ini sudah tertangkap,” katanya.
Disinggung apakah kelompok Tengku Reza ini, juga termasuk jaringan Idrus Achmad, 30 tahun, warga Desa Sekargadung, Kecamatan Purworejo, Pasuruan yang ditembak mati anggota Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim Rabu lalu, karena diketahui sebagai gembong sekaligus otak perampokan minimarket di wilayah Malang Raya, Pasuruan dan Sidoarjo ?.
Adam menegaskan kalau hal itu masih dikembangkan. “Kalau itu, kami masih belum bisa menjawab. Kami akan koordinasikan terlebih dahulu dengan Polda Jatim,” tuturnya.
Sementara itu, informasi yang diperoleh Malang Post, tersangka Iwan Wicaksono alias Maknyik yang masuk dalam jaringan Tengku Reza ini, dalam pemeriksaan mengaku sebagai pelaku baru. Dari empat TKP perampokan yang diakui Tengku Reza, ia mengaku hanya sekali saja ikut merampok, yaitu TKP Indomaret Jalan Amprong Malang pada bulan Juli lalu.(agp/ary)