Intel Gadungan Perdaya Janda Pakisaji

KEPANJEN- Jangan pacaran dalam gelap-gelapan, bila tidak ingin pasangan anda digelapkan oleh oknum tidak bertanggungjawab. Itulah dialami janda berinisal AF, 33 tahun Dusun Bunder Desa Wonokerso Kecamatan Pakisaj Kamis (6/11) malam. Akibatnya, ia harus melayani nafsu bejat dua orang sopir mengaku intel polisi.
Tengah asyik memadu asmara bersama kekasih hatinya berinisial SS  di pematang sawah Desa Kendalpayak Kecamatan Pakisaji, dikejutkan dengan ulah nakal dua polisi gadungan. Entah saking gelapnya atau sedang asyik memadu kasih, hingga membuat keduanya tidak bisa membedakan antara polisi gadungan dengan polisi yang asli.
Keduanya kelimpungan ketika didatangi oleh kedua petugas polisi gadungan tersebut. “Mengapa kalian bermalam-malam di sini?. Kalian bukan pasangan suami istri ya?. Saya ini petugas intel Polsek Pakisaji, jadi berhak melakukan penertiban pasangan mesum seperti kalian,” teriak salah satu polisi gadungan bernama Suyono.
Mereka  kaget dengan kedatangan kedua orang itu. Apalagi penampilannya memang layaknya seorang intel kepolisian. Yakni keduanya memakai jakit dan kacamatan hitam. Belum lagi keduanya membawa mobil Taft GT berwarna putih serta kaca mobil gelap, sehingga sepeti mobil intel kepolisian.
“Sudah, yang perempuan dibawa pulang ke rumahnya saja. Ketimbang berbuat yang tidak-tidak nantinya kalian di sini,” kata Suyono yang merupakan warga Desa Sumberejo Dampit ini. Lagak keduanya memang mirip intel, membuat pasangan itu terpaku.
SS tidak bisa berbuat apa-apa ketika pujaan hatinya di bawa kedua intel polisi gadungan. Pria berusia 35 tahun ini hanya bisa pasrah ketika AF dimasukan ke dalam mobil. Ternyata eh ternya, AF tidak langsung dibawa pulang ke rumahnya. Melainkan dibawa berkeliling di sekitar Desa Karangpandan Kecamatan Pakisaji.
Sesampainya di lahan tebu yang sepi, mobil tersebut berhenti. Kemudian, pelaku bernama Iwan Widjiono, 30 tahun, warga Desa Tlogosari Tirtoyudo, mengancam AF. Tujuannya, supaya wanita pras ayu ini ketakutan. Tidak sampai di situ saja, Iwan Widjiono memaksa AF untuk melayani hasrat seksualnya.“Saya ini polisi, kamu harus melayani saya. Bila tidak, maka akan saya tembak kamu,” terangnya sembari mengacungkan pistol mainan. Karena ketakutan, AF pun dengan sangat terpaksa melayani nafsu bejat Iwan Widjiono dan Suyono.
SS segera melaporkan kejadian ini ke petugas Polsek Pakisaji.Kemudian keduanya seketika itu juga dibawa ke Unit Perlindungan Perempuan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Malang. “Kami tengah menyelidiki kasus ini. Diperkirakan kedua tersangka melakukan hal yang sama di TKP lain dan masih banyak lagi korbannya,” kata Kanit UPPA Satreskrim Polres Malang Ipda Sutiyo. (big/nug)