Tingkatkan Sinergitas, Tekan Kriminalitas

MALANG – Tingginya angka kriminalitas, terutama kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Kota Malang, menjadi atensi khusus Kapolres Malang Kota, AKBP Totok Suharyanto. Selain mengungkap jaringan pelakunya, polisi saat ini juga berupaya untuk menekan jumlah kejadian.
Bentuk upaya penekanan jumlah kasus curanmor yang dilakukan Polres Malang Kota sendri, selain meningkatkan giat patroli skala besar dengan melibatkan ratusan personil, juga akan menguatkan sinergitas antara Babinkamtibmas, Babhinsa serta Lurah di masing-masing wilayah. Hal itu dilakukan untuk memperkuat keamanan wilayah masing-masing.
“Kalau Babhinkamtibmas, Babhinsa serta Lurah bersinergi dengan baik, insyallah keamanan masing-masing wilayah akan semakin kuat. Inilah yang nanti akan kami tekankan kepada para Kapolsek untuk menyampaikan kepada petugas Babhinkamtibmas di masing-masing wilayah,” ungkap Totok.
Total ada 57 petugas Babhinkamtibmas yang tersebut di setiap wilayah Kota Malang. Babhinkamtibmas, harus lebih aktif melakukan pendekatan kepada masyarakat, sekaligus mengajak masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan keamanan.
“Bahkan kalau perlu, Babhinkamtibmas bersama Babhinsa serta Lurah, mengajak masyarakat untuk kembali mengaktifkan kegiatan pos kamling. Hal itu selain untuk menekan terjadinya kasus curanmor, juga mengantisipasi tindak kejahatan atau kriminalitas lainnya,” terangnya.
“Selama ini, untuk menekan kasus kriminalitas Polres Malang Kota juga rutin melakukan giat patrol dengan skala besar dengan jadwal yang tidak ditentukan. Termasuk ada tim khusus dari Unit Reskrim sendiri, yang bertugas untuk menyelidiki sekaligus memburu pelakunya,” paparnya.
Sekadar diketahui, jumlah kasus curanmor di Kota Malang selama ini masih cukup tinggi. Dalam sehari bisa terjadi 2 – 3 kali pencurian kendaraan bermotor di tempat yang berbeda. Dan jika dikalkulasi, minimal dalam sebulan ada sekitar 60 unit kendaraan milik warga Kota Malang yang hilang dicuri.(agp/nug)