Masjid Tiban Kebakaran

BAHU MEMBAHU- Petugas PMK Kabupaten Malang dibantu santri serta pengasuh Pondok Pesantren Salafiah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah, memadamkan api.

TUREN - Kebakaran melanda area Pondok Pesantren Salafiah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah, yang terletak di Desa Sanan Kecamatan Turen kemarin siang. Tepatnya di bagian dapur yang berada di lantai lima. Meski tidak ada korban jiwa, kebakaran sempat membuat heboh ribuan pengunjung yang memadati tempat itu.
Untuk memadamkan dan mengantisipasi tidak meluasnya area yang terbakar oleh si jago merah, diterjunkan empat mobil pemadam kebaran (Damkar), dua unit mobil damkar PMK Kabupaten Malang dan dua mobil damkar PT Pindad. Tidak hanya itu, satu mobil tangki distribusi air BPBD Kabupaten Malang juga turut diterjunkan  
Pengasuh Pondok Pesantren Salafiah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah, Munawar Yasin mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. “Kebakaran bermula saat terjadi aktivitas memasak di dapur tersebut. Saat itu, terdapat lima orang yang sedang menggoreng makanan,” ujarnya kepada Malang Post kemarin.
Dia menjelaskan, tungku yang dipergunakan untuk menggoreng tersebut berukuran besar serta berbahan dasar kayu. Saat aktivitas penggorengan berlangsungt, diduga api meyambar tumpukan kayu kering yang ada di sebelah tungku. Karena tumpukan kayu sudah sangat kering, sehingga mempercepat terjadinya kebakaran.
Lima orang yang sedang asyik memasak sontak lari tunggang langgang menyelematkan diri ketika api semakin membesar. Sedangkan petugas Pondok Pesantren Salafiah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah, langsung bertindak sigap, meminta pengunjung untuk tidak naik ke lantai limat tempat terjadinya kebakaran. Sedangkan sebagian petugas lain, melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Turen yang diteruskan ke PMK Kabupaten Malang. Dua unti mobil PMK seketika itu juga meluncur ke tempat yang biasa disebut oleh masyarakat dengan Masjid Tiban ini. Sesampainya di tempat, petugas langsung melakukan langkah penanganan, pemadaman api.
Karena api semakin membesar, membuat petugas PMK Kabupaten Malang kewalahan dan meminta bantuan tambahan dari PT Pindad. Meski sudah mendapat bantuan, kobaran api belum bisa dipadamkan juga. Sulitnya menjangkau sumber api, membuat petugas PMK bersama santri menjebol dinding untuk mempermudah pemadaman.
Api baru bisa dipadamkan dua jam kemudian atau tepatnya puku 14.00 WIB. “Tidak banyak kerugian yang kami alami. Sebab, kayu-kayu yang terbakar kami dapatkan dari lokasi pondok ini. Kerugian yang kami derita hanya kerusakan tembok yang dijebol serta tungku yang terbakar tersebut,” kata Munawar Yasin. Meski sempat terjadi kekhawatiran akibat kebakaran itu, tidak membuat aktivitas pondok itu terhenti.
“Kami juga sudah memberikan imbauan kepada pengunjung, supaya tidak panik. Petugas kami juga melarang pengunjung untuk menuju lokasi kebakaran,” terangnya. (big/han)