Mahasiswi Tertipu melalui media sosial

MALANG – Penipuan melalui media sosial kembali terjadi di Kota Malang. Dalam sehari akhir pekan lalu, tiga orang melapor telah menjadi korbannya. Mereka sama-sama melapor ke Polres Malang Kota, telah tertipu sejumlah uang.
Pertama dialami Vindiani Eka Arista, 20 tahun, warga asal Gresik, yang merupakan mahasiswi salah satu PTS di Malang. Ia mengatakan kalau kejadian yang dialaminya, berawal saat membuka akun facebook miliknya, pada 4 November lalu. Ketika membuka FB, korban melihat penawaran HP iPhone type 45 di akun ‘Yenny Susasant’, yang dijual murah.
Tertarik dengan HP tersebut, korban lalu menghubungi pelaku melalui kontak BBM yang dipasang pelaku. Setelah dihubungi dan terjadi tawar menawar, akhirnya ada kesepakatan harga. Selanjutnya korban mentransfer uang sebesar Rp 2 juta ke rekening BRI milik pelaku atas nama Indra Hafidz, lewat ATM BRI Jalan Pasar Besar Malang.
Setelah uang ditransfer, korban diminta menunggu 2 – 3 hari barang akan dikirim. Namun setelah tiga hari ditunggu, ternyata barang tidak dikirim. Dan ketika ditagih, korban malah diminta mentransfer uang lagi, untuk biaya cukap karena barang yang dibeli korban illegal.
Korban kedua dialami, Margono, 47 tahun, warga Jalan Cendana Bawah Lowokwaru. Ia menceritakan awal penipuan bermula saat membaca salah satu koran melihat ada undian berhadiah dengan menjawab pertanyaan. Setelah pertanyaan dijawab, korban kemudian mengirimkan kupon jawaban dengan alamat Jakarta.
Selang beberapa hari, korban mendapat surat pemberitahuan resmi yang mengaku dari best produk, yang menyatakan korban pemenang hadiah undian rejeki nomplok. Kemudian sebagai salah satu syaratnya, korban diminta membeli sebuah produk dari best produk. Karena saking senangnya, korban membeli dan mentransfer uang pembelian ke rekening pelaku sebesar Rp 239 ribu.
Tetapi setelah uang ditransfer, ternyata saat ditunggu-tunggu barang tidak kunjung datang. Dan ketika korban mengecek melalui internet, sudah banyak yang menjadi korbannya, hingga melapor ke Polres Malang Kota.
Sedangkan korban ketiga adalah, Hanifah Zahra, 20 tahun, warga Jalan Watu Gong Lowokwaru. Kejadian yang dialaminya bermula saat korban melihat iklan penjualan HP di Aneka Elektronik yang diiklankan pelaku. Mungkin karena tertarik, korban lalu menghubungi nomor telepon yang tertera.
Saat berkomunikasi lewat telepon, korban mengutarakan tertarik untuk membeli HP iPhone 5. Setelah terjadi tawar menawar, akhirnya ada kesepakatan seharga Rp 2,5 juta. Korban kemudian diminta untuk mentransfer ke rekening BRI pelaku atas nama Cahya. Oleh korban pun dikirim bertahap, pertama Rp 1,5 juta, kemudian selang satu jam sebesar Rp 1 juta.
Keesokan harinya, korban kembali dihubungi oleh pelaku, diminta untuk mentransfer uang lagi sebesar Rp 1,5 juta. Uang itu untuk lisensi dan akan dikembalikan dalam waktu lima menit. Namun setelah ditransfer, ternyata uang tidak dikembalikan dan barang tidak dikirim. Karena sadar telah tertipu, korban lalu melaporkan ke polisi.
Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Adam Purbantoro, mengakui memang kasus penipuan melalui media sosial cukup marak. Ini terjadi karena korban terlalu berani, membeli barang melalui barang secara online, serta percaya dengan undian hadiah yang tidak jelas.
“Kami mengimbau, kepada masyarakat kalau ingin membeli barang, lebih baik langsung ke tempatnya tidak melalui online. Karena kebanyakan adalah modus penipuan. Dan dari kasus penipuan ini, kami masih menyelidiki perkaranya termasuk pelakunya,” ujar Adam Purbantoro.(agp)