Bawa Kabur Uang Nasabah,Pemilik KSU Dipolisikan

BERMASALAH :  KSU Makmur Sejati, di Jalan Budi Utomo Malang  tutup.

MALANG – Pemilik Koperasi Simpan Usaha (KSU)  Makmur Sejati, di Jalan Budi Utomo, Kelurahan Mulyorejo, Kecamatan Sukun, Mochammad Untung, dilaporkan ke Polres Malang Kota, Selasa (11/11) lalu. Warga Jalan Pisang Candi 10 Malang ini, dipolisikan karena diduga telah membawa kabur uang milik ratusan nasabah yang nilainya miliaran rupiah.
Hanya saja, dari ratusan korban yang telah tertipu, cuma AB, 61 tahun, warga Jalan Moch Juki, Kelurahan Mulyorejo, Sukun yang berani melapor ke polisi. AB yang kesehariannya bekerja sebagai tukang ojek, mengaku kalau uangnya sebesar Rp 40 juta ikut dibawa kabur Untung. Uang itu, adalah simpanan untuk masa tuanya.
“Sebenarnya dulu bapak sudah melaporkan ke Polsekta Sukun. Tetapi sama karena tidak ada tindaklanjut, kemarin (Selasa, red) melaporkan lagi ke Polres Malang Kota, dengan ditemani lima nasabah lain yang ikut menjadi korban,” terang anak serta istri AB, saat ditemui di rumahnya kemarin sembari meminta namanya untuk disamarkan.
Menurut keterangan, AB menjadi nasabah KSU Makmur Sejati sejak Januari 2013 lalu. AB memasukkan uang ke KSU yang dimiliki Untung, karena tergiur dengan bunga yang diberikan. Dimana setiap bulannya dari uang Rp 40 juta yang disetorkan, AB mendapat bunga sebesar Rp 500 ribu. Dana pokok yang disetorkan, bisa diambil dalam jangka waktu enam bulan.
Tertarik dengan keuntungan itu, apalagi yang menjadi nasabah di KSU banyak, AB lalu mendaftar menjadi nasabah. Ia memasukkan uang Rp 40 juta. Uang tersebut adalah uang pesangon istrinya yang telah di PHK dari pekerjaannya di PR Gandum.
“Awalnya selama tujuh bulan bunga yang kami terima lancar. Setiap bulan kami mendapat Rp 500 ribu. Namun memasuki bulan Agustus 2013, mulai seret karena hanya mendapat bunga Rp 200 ribu. Setelah dua bulan kemudian, kami sudah tidak mendapatkan bunga. Dan kejadian yang kami alami ini, sama dengan yang dialami oleh nasabah lain di sekitar sini. Bahkan ada nasabah yang sampai menaruh uangnya Rp 200 juta lebih,” jelasnya.
Karena melihat KSU Makmur Sejati mulai tidak sehat, nasabah lalu berkeinginan mengambil uang pokok yang dimasukkan. Tetapi para nasabah ini kesulitan, lantaran tidak ada dana. Dan puncaknya, pada Mei 2014 lalu, nasabah melakukan aksi demo di KSU Makmur Sejati.
Saat itu, nasabah ditemui oleh Untung, dan berjanji akan segera mengembalikan uangnya. Setelah pasca demo, KSU malah tutup dan Untung malah menghilang. Nasabah yang mencari keberadaan Untung di rumahnya, juga tidak membuahkan hasil. Karena merasa dirugikan itulah, akhirnya dilaporkan ke polisi.
“Di sini (KSU Makmur Sejati Jalan Budi Utomo, red) hanya cabangnya saja. Pusatnya di Jalan Pisang Candi Sukun. Selain di sini, cabangnya ada juga di tempat lain seperti di Kecamatan Pakisaji,” ujarnya.
Sementara itu, saat Malang Post mendatangi KSU Makmur Sejati di Jalan Budi Utomo Malang, kondisinya memang tertutup rapat. Warga sekitar mengatakan kalau KSU tersebut bermasalah dan tutup sudah lama sejak didemo nasabah. “Sudah lama tutup sejak didemo warga, karena telah membawa kabur uang nasabah. Kalau jumlah nasabahnya sangat banyak ada sekitar 100 orang untuk sekitar sini,” tutur warga sekitar KSU.
Begitu juga ketika Malang Post ke kantor KSU pusat di Jalan Pisang Candi Sukun, yang lokasinya berhadapan dengan rumah Untung juga tutup. Rumah Untung pun juga tutup dengan pagar digembok dari luar. Gembok itu dipasang oleh warga sekitar yang menyegel.
“Tidak hanya di tempat lain mas, warga sekitar sini yang menjadi tetangganya banyak yang menjadi korbannya. Uang yang mereka simpan di KSU juga dibawa kabur oleh Untung. Kalau ditotal sangat banyak miliaran. Bahkan ada satu keluarga yang menjadi korbannya. Dia (Untung, red) kabur sudah lama bersama dengan istri serta dua anaknya. Dua rumahnya telah disegel oleh warga,” papar Agus, salah satu tetangga Untung.
Agus menambahkan, sebelumnya Untung hanya orang yang biasa. Namun begitu memiliki usaha KSU, Untung menjadi kaya raya. “Dulu hanya buka koperasi pinjam pakai, dengan sistem gadai. Kemudian ketika usahanya berkembang, dia langsung kaya. Dan sekarang kemana kaburnya, warga sama sekali tidak ada yang tahu,” terangnya.(agp/nug)