Punya Keberanian Walau Alami Keberbatasan Fisik

Kopka Isman Supantoro (tengah) menjadi saksi di persidangan

Anggota Kodim 0833 Gagalkan Penjambretan
MALANG – Masih ingat dengan Daniel Winarto Cahyo, 40 tahun, pelaku jambret asal Dusun Watudakon, Desa Kendalpayak, Pakisaji yang tertangkap tangan usai menjambret tas milik karyawan Indomarko, Teguh Setyanto, 39 tahun, di Jalan Raya Sulfat, Kelurahan Pandanwangi, Blimbing, awal September 2014 lalu. Ternyata tertangkapnya Daniel ini, berkat kesigapan Kopka Isman Supantoro, anggota Kodim 0833 Kota Malang.
Itu terungkap dari fakta di persidangan Pengadilan Negeri (PN) Malang, Rabu (12/11) sore lalu yang diketuai Majelis Hakim Eko Wiyono, SH, Mhum. Prajurit TNI yang bertugas sebagai staf Urdal Kodim 0833 Kota Malang ini, dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rosintan, SH untuk dimintai keterangan sebagai saksi, atas tertangkapnya Daniel Winarto Cahyo.
Yang menarik perhatian, Kopka Isman Supantoro ini memiliki keberanian meski kondisinya mengalami keterbatasan fisik. Ya, tangan kirinya terpaksa diamputasi, akibat kecelakaan saat melakukan latihan.
“Apa yang dilakukan anggota saya Kopka Isman Supantoro ini patut diberikan apresiasi serta penghargaan. Ia memiliki naluri besar dan keberanian dengan menggagalkan aksi penjambretan, meski mengalami keterbatasan fisik,” ungkap Dandim 0833 Kota Malang, Letkol Inf Gunawan Wijaya.
Peristiwa jambret yang dialami Teguh Setyanto, saat itu terjadi sekitar pukul 19.00. Korban berniat pulang dengan membawa tas ransel berisi uang Rp 400 ribu serta beberapa barang penting. Ia pulang dengan naik sepeda motor Suzuki Shogun N  5489 BJ.
Ketika melintas di lokasi, motor korban ditendang oleh tersangka Daniel yang membuntuti dari belakang hingga jatuh. Setelah jatuh Daniel menodongkan pistol mainan serta memukul kepala korban. Kemudian tersangka merampas tas yang selanjutnya berusaha kabur.
Saat mau kabur inilah, Kopka Isman Supantoro yang sedang melintas melihat. Ia kemudian mengejar sembari berteriak jambret hingga dibantu warga untuk mengejar. Hasilnya, Daniel pun berhasil ditangkap. Untuk menghindari amuk massa yang berlebihan, Kopka Isman lalu menghubungi Babinsa Kecamatan Blimbing, Slamet Wahyudi untuk selanjutnya diserahkan ke polisi.(agp/nug)