Spesialis Pembobol Kios Diringkus

Jaringan pencuri spesialis pembobol kios diringkus Satreskrim Polres Malang Kota.

MALANG – Jaringan pencuri spesialis pembobol kios (bedak) yang selama ini beraksi di Kota Malang, berhasil digulung Satreskrim Polres Malang Kota, Rabu (12/11) lalu. Tersangkanya empat orang. Mereka ini adalah pekerja gudang, kuli bangunan serta sopir. Keempatnya dibekuk sesaat setelah beraksi mencuri.
Mereka adalah Toni Dwi Sehe (TDS), 20 tahun, warga Jalan Raya Talun, Blitar. Eko Satria Bangun Nugraha (ESBN), 25 tahun, warga Jalan Pertamanan, Desa Kepuharjo, Kecamatan Karangploso. Stefanus (SF), 21 tahun, warga Jalan Jati, Sukorejo, Blitar. Dan, Sandra S Kunadi (SSK), 20 tahun, warga Jalan Karya Timur Malang.
“Keempat tersangka ini memang sudah menjadi target operasi kami. Mereka dibekuk sesaat setelah beraksi di Jalan Ki Ageng Gribik Kecamatan Kedungkandang. Barang buktinya, selain beberapa pak rokok, juga alat obeng serta besi untuk mencongkel, dan dua unit sepeda motor yang digunakan sebagai sarana beraksi,” jelas Kasubag Humas Polres Malang Kota, AKP Nunung Anggraeni.
Menurutnya, penangkapan keempat sindikat ini, berawal dari laporan Zaenal Arifin. Ia melaporkan kios miliknya bernama Bu Suwarni yang berada depan Café Mamasum di Jalan Ahmad Yani, Gang Satria Malang, dibobol oleh kawaan pencuri pada 8 November sekitar pukul 02.30.
Pelaku masuk ke dalam kios dengan mencongkel pintu. Setelah terbuka, pelaku lalu mengambil beberapa barang. Diantaranya 40 bungkus rokok berbagai merek, tiga slop rokok serta berbagai macam snack. “Mereka ini sebelum beraksi berkumpul di warung kopi di daeah Jalan Sulfat Malang. Setelah itu dengan mengendarai dua sepeda motor, Yamaha Mio N 2980 GT serta Suzuki Smash N 6203 JT, keliling mencari sasaran. Setelah mendapat sasaran, mereka langsung beraksi,” terang Nunung.
Dalam pemeriksaan penyidik, barang-barang hasil curian tersebut dibagi rata. Mereka juga mengaku pernah beraksi di tiga TKP. Yaitu kios rokok di Jalan MT Haryono Malang dan kios Jalan Indragiri Malang, pada 10 November. Serta terakhir membobol kios di Jalan Ki Ageng Gribik Malang, pada 12 November sebelum akhirnya tertangkap. “Mereka berempat kami jerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian disertai pemberatan, dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun kurungan penjara,” tuturnya.(agp/nug)