Berlanjut,Sengketa Dua Bos Karaoke

GUGATAN : Sumardhan, SH menunjukkan surat gugatan yang diajukan.

MALANG – Perselisihan antara pemilik Next Karaoke dengan pemilik salah satu saham Doremi Karaoke, masih belum berakhir. Kemarin, Jefrie Permana, Direktur Next Karaoke melalui kuasa hukumnya Sumardhan, SH, mengajukan gugatan perdata kepada Tommy Hendrawan, pemilik salah satu saham Doremi, ke Pengadilan Negeri (PN) Malang. Gugatan bernomor : 252/Pdt.G/2014/PN. Malang tertanggal 14 November 2014 tersebut, menggugat Tommy dengan ganti rugi kerusakan sebesar Rp 1.227.667.000.
Sebelumnya, perselisihan antara Jefrie dengan Tommy ini, sudah pernah masuk meja hijau PN Malang. Saat itu Tommy, dilaporkan kasus pidana karena telah melakukan pengerusakan. Perkara pidana dengan No.460/Pid. B/2014/PN.MLG tersebut sudah putus pada 28 Oktober 2014 lalu. Dalam putusan Ketua Majelis Hakim, Tommy dinyatakan bersalah dan menjatuhkan pidana penjara selama enam bulan. Tetapi putusan pidana tersebut tidak perlu dijalani, karena hakim memberi masa percobaan selama satu tahun.
Dalam surat gugatannya, Sumardhan SH menjelaskan telah menggugat kerugian materiil dan kerugian immateriil. Kerugian materiil, adalah tergugat harus mengganti biaya sebesar Rp 227.667.000. Rinciannya mengganti dua layar monitor pada TV LCD merek Samsung sebesar Rp 35 juta. Mengganti biaya sewa VIP selama 21 hari, karena tidak bisa disewakan setelah diberi garis police line saat terjadinya pengerusakan. Sehari biaya sewa Rp 6 juta, sehingga selama 21 sebesar Rp 126 juta.
“Kemudian tergugat juga harus membayar tagihan (bill) pada saat pengerusakan sebesar Rp 1.667.000. Juga mengganti biaya yang timbul akibat penanganan perkara sebesar Rp 50 juta,” ujar Sumardhan, seusai mengajukan gugatan.
Sedangkan kerugiaan immateriil, Tommy juga harus membayar dampak pencitraan negatif yang timbul pada masyarakat terhadap tempat hiburan Next Karaoke. Karena diakui sangat memberikan beban psikologis yang cukup berat kepada penggugat, dengan menggugat Rp 1 Miliar. Sehingga total keseluruhannya sebesar Rp 1.227.667.000.
Tidak hanya menggugat biaya ganti rugi, dalam surat gugatan, pihak penggugat juga meminta kepada Hakim untuk menyita sebidang bangunan ruko di Candi Trowulan, yang digunakan sebagai tempat usaha Doremi Karaoke VIP. Termasuk satu unit mobil merek Porshce N 123 TH milik Tommy.
“Tanah beserta bangunan serta mobil tersebut ikut kami ajukan penyitaan, supaya bisa dijadikan jaminan. Karena jika gugatan perdata kami menang, dan pihak tergugat tidak mau membayar maka jaminan tersebut bisa sebagai gantinya,” tegas Sumardhan.(agp/nug)