Warga Jalan Surabaya Hakimi Pelaku

BABAK BELUR: Tersangka Muhammad Rizal alias Lukman, babak belur dihajar massa saat tertangkap tangan mencuri.

MALANG – Warga sekitar Jalan Surabaya Malang, siang kemarin meluapkan amarahnya. Mereka menghakimi satu dari dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor), yang tertangkap tangan oleh warga. Pelaku diketahui bernama Muhammad Rizal alias Lukman, warga Sampang – Madura.
Beruntung, ketika massa semakin banyak, pelaku saat itu segera diamankan polisi yang datang ke lokasi. Selanjutnya dengan kondisi babak belur, tersangka bersama dengan barang bukti motor yang dicuri, dibawa ke Mapolsekta Lowokwaru. Namun karena lokasi kejadian masuk wilayah Kecamatan Klojen, kemudian dilimpahkan ke Polsekta Klojen.
Sementara satu pelaku lainnya, saat kejadian berhasil kabur. Polisi masih mengembangkan untuk memburu pelaku lain, termasuk TKP lainnya. “Mohon waktu, kami masih mengembangkan kasusnya, karena masih ada pelaku yang belum tertangkap,” ungkap Kanitreskrim Polsekta Klojen, Iptu Danang Yudanto.
Informasi yang diperoleh Malang Post di lokasi kejadian, aksi pencurian yang berujung amuk massa tersebut, terjadi sekitar pukul 12.00. Saat itu, korban yang diketahui seorang guru sekolah dasar (SD) di Jalan Jaksa Agung Suprapto Malang ini, sedang foto copy di Jalan Surabaya Malang.
Saat foto copy sepeda motor Yamaha Mio warna putih miliknya diparkir di depan tempat foto copy. Selanjutnya setelah dipastikan kunci setir, oleh korban ditinggal masuk. Tak lama setelah masuk, tersangka M Rizal alias Lukman ini langsung beraksi. Ia mengambil motor korban dengan menggunakan alat kunci T.
Begitu berhasil dan hendak membawa kabur motor curian ke arah barat, aksinya diketahui oleh korban yang langsung berteriak maling. Mungkin karena gugup lantaran ketahuan, motor curian yang dikendarai menabrak motor yang melaju dari arah barat.
“Saat menabrak motor warga, pelaku ini sempat terjatuh. Namun ia bangun lalu belari ke barat. Tetapi diujung jalan, berhasil ditangkap oleh warga yang kemudian memukulinya,” terang Nira, salah satu warga sekitar.
Ketika ditangkap, awalnya tersangka tidak mengaku. Ia mengatakan kalau motor itu adalah miliknya. Tersangka juga mengaku baru saja berbelanja, sembari menunjukkan sayur dalam kantong plastic. Namun ketika ditemukan kunci T, tersangka akhirnya mengakui dan kembali menjadi sasaran amuk massa.
“Tersangka ini merupakan residivis kasus curanmor. Ia sudah beberapa kali keluar masuk penjara dengan kasus yang sama. Bahkan, sebelumnya juga pernah dihadiahi timah panas di kakinya,” terang salah seorang petugas.(agp/nug)