Antre Bensin pun Nyambi Kulakan Shabu

BATU- Antrean panjang untuk mendapatkan bensin subsidi menjelang kenaikan harga BBM Senin malam lalu, ternyata jadi peluang bagi Raka Adiputro, 32 tahun untuk mendapatkan shabu-sabu. Dia yang sedang mendapatkan order mengambil obat terlarang itu, mengira berada di kerumunan antrean tak akan mengundang kecurigaan polisi.
Faktanya lain, Raka Adiputro warga Jalan Satria Barat, Blimbing yang kesehariannya menjadi juru parkir ini tertangkap basah ketika mengambil bungkusan shabu dari seorang pengedar gede. Juru parkir ini diringkus petugas Satreskrim Polres Batu, di SPBU Pendem Kecamatan Junrejo.
Barang buktinya shabu seberat 5 gram senilai Rp 7,5 juta, serta tiga buah handphone yang digunakan transaksi oleh kedua tersangka dan sebuah jaket warna merah.“ Kami masih mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap jaringan kedua tersangka ini,” terang AKP Waluyo, Kasubag Humas mendampingi Kasat Reskoba Polres Batu, Iptu Subijanto.
Ikhwal penangkapan ini bermula dari informasi bahwa incaran polisi sedang antre SPBU Pendem sekaligus akan melakukan transaksi. Malam itu, Raka diminta Heri Cahyono seorang satpam sebuah perumahan yang tinggal di Jalan Kepuh Kecamatan Sukun.
Ihwalnya, Raka dipesan Heri untuk mengambil shabu dari pengedar gede yang gaya dibuang secara ranjau.“ Saya hanya dimintai tolong Heri untuk mengambil pesanan itu,” aku Raka.
Saat mengambil barang itulah, tersangka ditangkap polisi yang juga menemukan shabu dan pipet di kantong jaket merah milik Raka Adiputro.
Ketika melakukan intrograsi, polisi mendapatkan nama Heri Cahyono yang merupakan residivis kasus narkoba apalagi Agustus lalu dia baru saja keluar dari Lapas Medaeng, setelah 4 tahun mendekam.“ Saya mendapatkan barang dari Surabaya,” ujarnya.
Satu gram shabu dijual oleh Heri Cahyono senilai Rp 1,4 kepada Raka Adiputro. Sedangkan Raka, biasanya menjual sebesar Rp 1,5 hingga Rp 1,6 juta. Perbuatan keduanya, terancam hukuman kurungan maksimal 15 tahun karena telah melanggar UU 35 tahun 2009. (muh/lyo)