Bejat, Kakek Cabuli Anak Tetangga

KEPANJEN- Tua-tua keladi, makin tua makin jadi. Itulah ungkapan yang pantas disematkan kepada Kasiadi, warga Desa Karangjambe Kecamatan Tajinan. Kakek berusia 63 tahun ini tega melakukan perbuatan asusila terhadap sorang gadis bernama Bunga (bukan nama sebenarnya, red), 16 tahun.
“Untuk tersangka, tidak kami lakukan penahanan. Mengingat usianya sudah tua dan mengalami sakit-sakitan  saat dilakukan pemeriksaan. Tersangka dipercaya tidak akan melarikan diri,” ujar Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Malang Iptu Sutiyo SH Mhum kepada Malang Post kemarin.
Tersangka diketahui melakukan perbuatan bejatnya sebanyak dua kali, yakni pada Juli dan Agustus lalu. Modusnya, korban yang saat itu sedang bersih-bersih di halaman rumahnya, dipanggil tersangka. Korban diajak masuk ke dalam rumahnya yang saat itu sedang sepi.
“Saat berada di dalam rumah itulah, tersangka melakukan perbuatan bejatnya,” kata perwira pertama (Pama) dengan dua balok di pundaknya tersebut.
Korban dipaksa melakukan perbuatan bejat itu. Korban dijanjikan akan diberikan uang bila mau melayani nafsu setannya.  Pada kejadian pertama, korban diberi uang Rp 5 ribu dan bakso. Pada kejadian kedua, korban diberikan Rp 10 ribu dan bedak. .
Masih kata Sutiyo, semenjak pengalaman buruk yang dialaminya itu, korban lebih banyak berdiam diri. Curiga, kedua orang tua korbanpun berusaha mencari tahu apa yang terjadi terhadap anak kesayangannya itu.
“Orangtua korban melaporkan kejadian ini kepada kami. Lalu, kami lakukan penangkapan pada akhir pekan kemarin,” kata pria yang juga menjabat sebagai Kanit Idik IV Satreskrim Polres Malang tersebut.
Saat dilakukan pemeriksaan oleh penyidik, tersangka mengalami gangguan kesehatannya.
Sehingga oleh dokter polisi kesehatan, merekomendasikan untuk tidak ditahan dan berisitirahat di rumahnya. “Namun, proses hukumnya tetap berjalan. Tersangka dijerat dengan pasal 81-82 KUHP UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak,” pungkasnya. (big/aim)