Mohon Ma'af, website sedang perbaikan.
Dapatkan Update Berita Terbaru di :
        www.malangpost.net

Sabung Ayam Kemiri Diobrak

JABUNG- Judi sabung ayam di Dusun Karanglo, Desa Kemiri, Kecamatan Jabung, berhasil diobrak petugas Polsek Jabung, Senin petang kemarin. Dua tersangka yang diduga penyelenggara dan penjudi berhasil diciduk petugas dari lokasi perjudian yang memanfaatkan lahan kosong pekarangan perumahan.
Dua pelaku itu, Andri, 49 tahun warga Dusun Karanglo yang diduga sebagai penyelenggara dan Suradi, 65 tahun warga Dusun Jebuk, Desa Sumberkradenan, Kecamatan Pakis, yang diduga sebagai penjudi. Dari lokasi kejadian, petugas juga mengamankan dua ayam aduan, jam dinding, ember, terpal dan uang Rp 150 ribu.
“Terungkapnya judi sabung ayam itu, dari pengaduan warga yang resah dengan ulah Andri, yang menjadikan pekarangannya sebagai ajang sabung ayam. Karenanya, anggota langsung melakukan pengembangan di lokasi kejadian. Hasilnya, memang ada judi sabung ayam. Sehingga, seketika itu langsung dilakukan penggerebekan terhadap penyelenggara dan penjudi,” kata Kapolsek Jabung, AKP Yatmo seraya mengatakan banyak penonton yang kalang kabut saat penggerebekan dilakukan.
Dalam pemeriksaannya, Andri mengaku kalau pekarangannya sudah lama dipakai untuk sabung ayam. Hanya saja, taruhan dalam judi tersebut tidak terlampau besar. Yakni, paling besar taruhannya sekitar Rp 500 ribu. Dirinya mendapatkan upah (banyu) saat sabung ayam berlangsung.
“Setiap kali adu ayam, saya diberi uang Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu,” ujarnya.
Ditanya mengenai ayam yang diadu, bapak tiga anak itu menerangkan, maksimal hanya empat ekor atau dua kali aduan. Lebih dari itu, hampir tidak ada. Masalahnya, yang suka adu ayam hanya sebagian orang. “Sehari paling banyak hanya dua kali adu ayam,” tambahnya.
Sementara Suradi saat diminta keterangan, mengaku kalau dirinya apes. Masalahnya, keberadaannya di sabung ayam, hanya ikut temannya yaitu Siamin. Saat penggerebakan, temannya itu malah berhasil kabur.
“Saya ke sini ikut teman. Kalau judinya, saya memang ikut masang sebesar Rp 100 ribu. Tapi saya tidak setiap hari ke sini,” paparnya. (sit/aim)

Please publish modules in offcanvas position.