Kakak Beradik Kompak Masuk Bui

MALANG – Kakak beradik warga Jl Karya Barat, Malang, MMT (20 tahun) dan SA (23 tahun), harus pasrah menjadi tahanan Polres Malang Kota. Salah sendiri, keduanya terlibat dalam jaringan pengedar sabu-sabu bersama temannya, warga Jl Ciliwung, Malang, FAH (40 tahun) sejak bulan Oktober 2014 silam.
Bermula dari permintaan seorang sopir berusia 56 tahun, SYN, yang meminta FAH mencarikan dirinya sabu-sabu. Menurut sopir yang beralamat di Jl Jaksa Agung Suprapto, Malang ini, dia membutuhkan sabu-sabu untuk menghilangkan rasa sakit.
"Tersangka SYN memiliki penyakit dalam, dia mengaku tidak merasa sakit bila mengonsumsi sabu-sabu. Dia juga mengaku lebih semangat bekerja setelah memakainya," ujar Kasubbag Polres Malang Kota, AKP Nunung Anggraeni, kepada Malang Post, kemarin (18/11).
Karena motif tersebut, SYN pun berkenalan dengan FAH dan memintanya untuk mencarikan sabu-sabu. FAH sudah memiliki jaringan narkoba ke seseorang yang sekarang masih DPO (Daftar Pencarian Orang). Dia menyuplai kebutuhan SYN dengan mengambil stok sabu ke orang DPO tersebut.
Setelah mendapatkan barang, FAH segera menitipkannya ke MMT dan SA. Disinilah kakak beradik itu terlibat. Menurut Nunung, setiap ada transaksi semacam ini, MMT dan SA selalu mengambil sedikit sabu untuk dikonsumsi, dan mendapat bayaran dari hasil penjualan tersebut. "SYN dan FAH sudah enam kali transaksi. Di transaksi itu, FAH selalu melibatkan MMT dan SA," terang wanita berdarah Tulungagung itu.
Polisi menangkap keempatnya pada 12 November 2014. Saat itu, SYN didapati mempunyai satu kantung sabu-sabu. Barang haram tersebut, dia akui baru didapat dari FAH saat bertransaksi di hotel Kartika Prince. Tidak buang waktu, polisi meluncur ke lokasi transaksi dan menemukan FAH. Sayangnya, tidak ada barang bukti saat menggeledah FAH.
Saat FAH diajak paksa ke rumahnya, barulah polisi menemukan lagi, satu bungkus kecil sabu-sabu yang disimpan di sepatu anaknya. "Disitulah keterlibatan MMT dan SA terungkap. Polisi langsung mendatangi rumah MMT dan SA. Di rumahnya MMT ditangkap, kemudian SA ditangkap di Jl Pahlawan Trip. Sekarang, keempatnya ditahan," tandas Nunung.
Karena perbuatan keempatnya, mereka dijerat pasal 112 dan 114 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika ancaman hukuman 4 sampai 20 tahun penjara. "Sekarang, tersangka masih menjalani pemeriksaan," pungkas Nunung. (erz/ary)