Timbun BBM, Mariono Dibui

SINGOSARI - Bukannya untung Mariono, 50 tahun warga Dusun Tejosari, Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari, justru buntung. Betapa tidak, niatnya menimbun Bahan Bakar Minyak (BBM), justru menjadi tiket masuk bui. Pada Senin (17/11) malam sekitar pukul 21.30, ia ditangkap petugas di Jalan Raya Desa Ardimulyo, Kecamatan Singosari.
Pria yang keseharian sebagai penjual bensin eceran tersebut, ditangkap petugas karena diduga hendak melakukan penimbunan BBM. Modusnya, dengan cara mengganti tangki bensin mobil Daihatsu Zebra N 1315 BB miliknya, dengan memodifikasi tangki buatan yang mampu diisi 150 liter bensin.
Sebagai barang bukti perbuatannya, selain menyita mobil untuk beraksi, petugas juga mengamankan literan bensin yang sudah dibeli dalam bentuk jirigen. Ada pun jumlahnya, yakni sembilan jirigen berisi sekitar 5 liter dan lima jirigen dengan kapasitas masing-masing 25 liter.
“Sejumlah jirigen itu diamankan dari dalam mobil tersangka,” kata Kapolsek Singosari, Kompol Decky Hermansyah.
Terungkapnya aksi dugaan penimbunan itu, terang mantan Kasatreskrim Polres Malang itu, berawal dari kecurigaan pihak SPBU yang melayani pengisi bensin tersangka lebih dari kewajaran. Kendaraan Zebra yang biasa kapasitas tangki sekitar 40 liter, justru diisi dengan jumlah 150 liter. Sementara pengisian bensin, dilakukan hingga dua kali.
Dari situ, kemudian dilakukan pengembangan. Hasilnya, kendaraan yang malam itu hendak pulang tersebut berhasil dihentikan di Jalan Desa Ardimulyo-Singosari. Saat dilakukan pemeriksaan, ternyata dugaan itu benar adanya.
Uniknya, untuk menghindari kecurigaan petugas terhadap kendaraan yang tangkinya sudah dimodifikasi itu, posisi tangki yang sudah dimodifikasi ditaruh di bagian belakang. Caranya, dengan mengambil ruang kosong di bawah tempat duduk penumpang di bagian paling belakang. Selain melapisi bagian atas dengan karpet, di bagian belakang juga diberi salon sehingga nampak tangki kendaraan tersebut normal.
“Bensin-bensin itu rencananya saya jual kembali dengan harga Rp 9 ribu. Saya memiliki mobil ini, sudah dua tahun lalu dan saya manfaatkan saat kenaikan BBM,” ujar Mariono saat diminta keterangan. (sit/ary)