Tiga Korban Laka Viar Pulang Paksa dari RS

Satu dari empat pelajar yang harus menjalani perawatan di IGD Prasetya Husada, M Abdur Ghofar.

Sekolah Beri Dispensasi UAS
KARANGPLOSO - 15 siswa kelas XI.A MA Darun Najah Desa Ngijo, Kecamatan Karangploso yang menjadi korban kecelakaan Viar N 4266 GK, selasa kemarin, terancam tidak dapat mengikuti ujian akhir semester (UAS) yang akan digelar awal Desember mendatang. Rata-rata mereka mengalami luka cukup serius dan harus mendapatkan perawatan intensif.
Sejumlah korban yang sebelumnya menjalani perawatan di IGD RS Prasetya Husada Karangploso, sudah pulang dan menjalani rawat jalan.
“Sampai siang ini (kemarin), hanya ada empat siswa yang masih harus menjalani perawatan intensif. Sisanya, sudah pulang dan rawat jalan. Bahkan, ada tiga siswa yang harus pulang paksa karena permintaan keluarga. Alasannya, akan melakukan terapi sendiri di rumah korban yang rata-rata domisili di Lumajang dan Pasuruan,” kata seorang perawat, Rosalia bersama Humas IGD Prasetya Husada, Sony Wiraganda kepada Malang Post, kemarin.
Beberapa korban yang dirawat antara lain, M Abdur Ghofar siswa dari Sumbermanjing Wetan, Nadzi Muddin siswa dari Lowokwaru, Kota Malang, Maulana Syarif dari Tumpang dan Alan atau Maulana dari Kasin. Tiga siswa yang pulang paksa permintaan keluarga, Fahmi Ulil dan Abdul Mujin dari Lumajang serta Mahdi Husain dari Pasuruan.
Mengenai kondisi siswa yang dirawat, diterangkannya, semua sudah mendapat pelayanan perawatan dengan baik. Termasuk, kondisi Ghofar yang sebelumnya diduga mengalam patah lengan kiri.
“Ghofar hanya mengalami dislokasi pergelangan tangan. Saat ini sudah direposisi dan diberi gip. Sehingga, tinggal menunggu proses pemulihan. Tiga temannya, seperti Nadzi hanya menderita lecet, Aji harus mendapat jahitan di bagian kepala dan Alan mengalami robek di bagian pelipis. Kesemuanya, butuh waktu istirahat untuk masa pemulihan,” terangnya.
Kondisi Ghofar yang kemarin sudah mulai membaik, saat ditemui berharap agar pihak sekolah memberikan kompensasi mengenai pelaksanaan ujian yang akan berlangsung pada minggu pertama Desember. Alasannya, pelajar yang mengalami luka berat, selama beberapa minggu tidak bisa mengikuti pelajaran. Termasuk, datang ke sekolah seperti hari sebelumnya.
“Biaya pengobatan sudah tidak ada masalah, mungkin saya harap ada keringanan waktu pelaksanaan ujian. Bentuknya, mungkin ujian susulan karena kondisi saya atau teman-teman yang butuh pemulihan,” ujarnya lirih.
Sementara pihak MA Darun Najah saat ditemui, mengatakan akan memberikan waktu khusus terhadap pelajar yang menjadi musibah kecelakaan. Untuk biaya pengobatan sudah ditangani asuransi.
“Sekitar tanggal 6 hingga 10 Desember nanti, memang untuk siswa kelas XI akan ada ujian akhir semester (UAS) ganjil. Untuk siswa yang masih harus menjalani perawatan akan diberikan waktu hingga kondisinya membaik. Jadi, diperbolehkan untuk ujian susulan,” kata Guru Sejarah Kebudayaan Islam, Frisky Holi Kumbar seraya menjelaskan ada 13 mata pelajaran yang akan di UAS-kan.
Sebagaimana diberitakan, sebanyak 15 siswa yang hendak futsal di GPA Ngijo, menjadi korban kecelakaan akibat menaiki motor Viar. Akibat kejadian itu, motor yang hilang keseimbangan menabrak dua motor warga yang saat itu melintas dan membuat kendaraan Viar terjun bebas ke dalam sungai setinggi sekitar 6 meter. (sit/aim)