Panen Cabai,Warga Banjarejo Disel

KEPANJEN-Gara-gara panen cabai merah Maskur, 35 tahun dan Hasan 31 tahun, harus mendekam di sel tahanan Mapolres Malang sejak dini hari kemarin. Masalahnya, yang dipanen dua warga Desa Banjarejo Kecamatan Pagelaran ini bukan kebun milik mereka. Melainkan, cabai milik Subur Hadi, 45 tahun di Desa Suwaru Kecamatan Pagelaran.
Entah bagaimana nasib keduanya di dalam penjara. Bisa saja ditertawakan tahanan yang lain, ketika tahu bahwa kasusnya hanya pencurian cabai. Yang jelas, dari tangan kedua tersangka, petugas berhasil menyita cabai hasil curian seberat 25 kg yang belum sempat dijual.
“Kedua tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian pemberatan, yang ancaman hukumannya tujuh tahun penjara,” ujar Kaur Bin Ops (KBO) Satreskrim Polres Malang Ipda Eko Hari Utomo kepada Malang Post kemarin.
Dijelaskannya, dalam pengakuan, kedua tersangka setidaknya telah melakukan aksi pencurian cabai sebanyak 11 kali. Mereka menjalankan aksinya diantaranya di Kecamatan Bululawang,  Kecamatan Gondanglegi dan Kecamatan Turen. Namun, selama mereka menjalankan aksinya, tidak pernah sekali pun tertangkap oleh warga dan petugas polisi.
“Modusnya, kedua tersangka membawa karung dari rumah dan beraksi pada malam hari. Kemudian kedua tersangka menjalankan aksinya di kebun-kebun cabai yang tidak dijaga oleh pemiliknya,” kata perwira pertama (Pama) dengan satu balok di pundaknya.
Mereka berpindah-pindah tempat saat menjalankan aksi kejahatannya. Lanjut dia, hingga keduanya pada awal pekan kemarin memutuskan untuk beraksi di Desa Suwaru Kecamatan Pagelaran. Mereka memilih kebun milik Subur Hadi. Keduanya sukses menjalankan kejahatannya tersebut. Keduanya sukses panen cabai dengan total berat 25 kg, kemudian di bawa ke rumah tersangka Hasan.
“Keseokan hari usai peristiwa pencurian itu, korban langsung melaporkan kejadian yang dialaminya ke kepolisian,” kata pria berkacamatan ini. Bermula dari laporan itu, penyidik Satreskrim Polres Malang langsung mendalami kasus tersebut.
Hingga memperoleh keterangan dari salah seorang masyarakat sekitar lokasi kejadian, yang mengetahui aksi dilakukan kedua tersangka tersebut. “Kemudian tersangka kami gerebek di rumahnya masing-masing. Untuk barang bukti, kami temukan di rumah tersangka Maskur dan yang bersangkutan tidak bisa mengelak lagi,” urainya.
Sedangkan Maskur di hadapan penyidik yang memeriksanya, nekat melakukan perbuatan itu lantaran pikirannya sedang carut marut. “Kalau setiap saya ada masalah, biasanya pelariannya mencuri cabai merah ini. Apalagi kondisi ekonomi saya juga tidak menentu, karena bekerja sebagai tukang bakso tidak seberapa,” lirihnya.
Dia pun mengaku baru sekali ini tersangkut satu kasus dan kemudian dipenjara. Sama halnya dengan Maskur, Hasan juga mengaku baru kali ini dipenjara. Sedangkan untuk hasil cabainya, biasanya akan dijual oleh kedua tersangka di Pasar Kepanjen, hanya dengan harga Rp 500 ribu per karung. (big/ary)