Jual HP Tanpa Izin, Digrebek Polisi

MALANG – Satreskrim Polres Malang Kota Rabu (19/11) petang lalu, menggrebek salah satu konter handphone di lantai satu Malang Plasa. Penggrebekan dilakukan, karena disinyalir menjual handphone tanpa dilengkapi izin dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI).
Dari penggrebekan tersebut, polisi mengamankan SR, 31 tahun, warga Desa Randuagung, Kecamatan Singosari yang diketahui sebagai pemilik konter. Selain itu, polisi juga menyita lima buah HP Blackberry serta tiga buah iPhone sebagai barang bukti.
Kasubag Humas Polres Malang, AKP Nunung Anggraeni, dikonfirmasi membenarkan telah penangkapan SR tersebut. Karena diduga masih ada jaringan lain, kasusnya masih dikembangkan. “Untuk perkaranya masih dikembangkan oleh penyidik Reskrim. Karena ada dugaan jaringan lain yang belum tertangkap,” ujar Nunung.
Informasi yang diperoleh Malang Post, penggrebekan konter HP yang dilakukan Satreskrim Polres Malang Kota ini, berawal dari informasi masyarakat. Dimana konter milik SR ini, menjual beberapa handphone tanpa dilengkapi izin dari Ditjen SDPPI. Berangkat dari informasi itu, polisi lalu melakukan penyelidikan.
Begitu dilakukan pengecekan dan benar memang ada HP yang dijual tanpa ada izin Ditjen SDPPI, petugas langsung mengamankan SR. Kemudian bersama dengan barang bukti beberapa buah HP, SR lalu digelandang ke Mapolres Malang Kota.
SR terancam dijerat dengan pasal 62 ayat 1 jonto pasal 8 ayat 1 huruf j, Undang-undang RI nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, dan atau pasal 52 jonto pasal 32 Undang-undang RI nomor 36 tahun 1999 tentang telekomunikasi. Ancaman hukumannya adalah pidana kurungan di atas 4 tahun.(agp)