Ayah Perkosa Anak Angkat

KEPANJEN-Anggota Polres Malang tidak butuh waktu lama mengungkap kasus perkosaan yang menimpa Bunga, 8 tahun warga Kampung Baru, Kelurahan Ngadirejo, Kepanjen. Sehari setelah kasus ini dilaporkan Sabtu (22/11) lalu, petugas berhasil menangkap pelakunya, yakni Novian Susanto, 36 tahun, ayah angkat korban.
"Tersangka kami tangkap di rumahnya Minggu (23/11) lalu. Saat kami tangkap tersangka sempat mengelak, tapi bukti serta keterangan saksi sudah ada, sehingga dia langsung kami bawa," kata Kanit PPA Polres Malang Iptu Sutiyo kepada Malang Post, kemarin.
Dijelaskannya,  perkosaan dilakukan tersangka dua kali. Pertama Kamis (20/11) lalu, saat itu korban dan Sulami, 37 tahun ibu angkatnya tidur dikamar. Tidak lama kemudian, tersangka menyusul, dan berbaring disebelah korban.
Entah setan dari mana yang mengganggu, Novianto tergiur dengan tubuh korban. Dia pun langsung menggerayangi tubuh korban. Bunga yang tertidur pulas terbangun dan kaget dengan kelakuan sang ayah. "Agar korban tidak menjerit tersangka lebih dulu menutup mulut korban," tambah Sutiyo.
Aksi pertama memang tidak sukses, karena korban yang kesakitan terus bergerak. Tapi begitu, agar aksinya itu tidak diketahui Novian pun mengancam korban agar tidak melapor ke siapa-siapa. Dia juga mengancam akan membunuh korban jika bercerita kepada Sulami ibu angkatnya.
Dikira aman dan korban tidak bercerita,dua hari kemudian  tersangka mengulangi perbuatanya. Saat itu korban tidur sendirian di kamar, Sulami berada di dapur. Tanpa berpikir panjang, tersangka langsung melakukan perbuatannya. Tapi begitu di tengah-tengah melakukan perbuatannya Sulami datang. Sulami curiga melihat tersangka dan korban tidur berselimut, padahal saat itu kondisinya siang hari. Dia lebih kaget saat membuka selimut, dan melihat anak dan suaminya sudah tidak menggunakan celana dalam. Lebih curiga lagi, saat Sulami melihat bercak darah di sprei.
Sulami makin sok saat mendengar pengakuan Bunga. Sehingga tanpa banyak kata wanita inipun langsung membawa korban ke Polres Malang untuk melapor.
"Kami menerapkan UU no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara," ungkapnya.
Sementara itu,  Novian mengaku sangat menyesal. Pria yang pernah dihukum karena kasus pencurian gabah ini mengatakan jika perbuatan yang dilakukan kepada Bunga itu karena dirinya khilaf. Kepada Malang Post pria asal RT06 RW02, Desa Suware, Kecamatan Pagelaran, ini pun meminta maaf kepada istrinya.(vik/aim)