Lagi, KPK Periksa 6 Karyawan PT Indra Karya

MALANG – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melanjutkan pemeriksaan saksi terkait kasus dugaan korupsi pengadaan detailing engineering design Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Sungai Mamberamo 2009-2010, yang dilakukan mantan Gubernur Papua, Barnabas Suebu. “Kedatangan kami untuk melakukan pemeriksaan lanjutan kasus korupsi Gubernur Papua yang dulu,” ujar Penyidik KPK, AKBP Hendrik N Christian yang kemarin datang ke Malang bersama tim penyidik KPK lainnya.
Sekadar diketahui, pada awal November 2014 lalu Tim Penyidik KPK melakukan penggeledahan kantor PT Indra Karya (Persero) Wilayah I Consulting Engineers Trust & Knowledge di Jalan Surabaya Malang.
Menurutnya, dalam pemeriksaan kasus korupsi Gubernur Papua, Barnabas Suebu, masih ada 36 orang saksi yang belum dimintai keterangan. Pemeriksaan kemarin, dimulai pukul 13.00 dan dilakukan secara tertutup, dengan meminjam ruang Eksekutif Polres Malang Kota.
“Hari ini ada enam saksi dari karyawan PT Indra Karya (Persero). Pemeriksaan kami lakukan selama sepekan. Untuk saksi lainnya, kami lakukan secara bertahap selama sepekan,” kata Hendrik, saat ditemui di Polres Malang Kota, kemarin.
Dalam kasus korupsi Gubernur Papua ini, KPK telah menetapkan Barnabas, Lamusi Didi, serta mantan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Papua Jannes Johan Karubaba sebagai tersangka.
Ketiganya diduga melakukan perbuatan melawan hukum, penyalahgunaan kewenangan, kesempatan, atau sarana yang ada pada jabatan atau kedudukan sehingga dapat merugikan keuangan dan perekonomian negara terkait pengadaan detailing engineering design pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Sungai Mamberamo.
Mereka dijerat Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Undang-Undang No 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. KPK menghitung nilai kerugian negara dalam proyek ini sekitar Rp 35 miliar. Proyek pengadaan detailing engineering design PLTA tersebut nilainya Rp 56 miliar. (agp/udi)