Penyulingan Oli Bekas Terbakar

Diduga Usaha Ilegal
WONOSARI- Kebakaran kembali melanda Kabupaten Malang. Kali ini kebakaran terjadi di Jalan Raya Kebobang Desa Kebobang, Kecamatan Wonosari kemarin siang. Sebuah gudang tempat penyulingan oli bekas hangus terbakar. Diduga, gudang tempat penyulingan oli bekas tersebut tidak berizin.
 “Kejadian kebakaran sekitar pukul 11.00 WIB. Setelah menerima laporan itu, kami langsung datang ke lokasi kejadian,” ujar Kapolsek Wonosari AKP Afan Junaidi kepada Malang Post kemarin.
Dijelaskannya, peristiwa kebakaran itu, pertama kali diketahui oleh salah seorang pegawai bernama Riyadi, 35 tahun warga sekitar lokasi kejadian. Dia tengah menyuling oli bekas dari drum untuk diolah menjadi oli baru bersama tiga orang pegawai yang lain. saat proses produks tiga drum tidak masalah. Memasuki drum keempat, terdapat percikan api. Takut tersambar api dan kobaran api mulai membesar, ia lari keluar gudang minta bantuan warga.
Warga melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Wonosari dan PMK Kabupaten Malang. Tiga unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) Pemkab Malang berhasil memadamkan api, setelah dilakukan pemadaman selama satu jam atau sekitar pukul 12.00 WIB api dapat dipadamkan.
“Dari keterangan pegawainya, mereka tidak tahu siapa pemilik gudang itu. Mereka baru bekerja selama dua hari di tempat itu,” terangnya.
 Untuk itu, pihaknya akan menyelidiki lebih lanjut terkait perstiwa ini  Penyelidikan diprioritaskan untuk mengetahui siapa pemilik gudang penyulingan oli bekas itu, dengan memeriksa beberapa saksi yang terdiri dari karyawan maupun warga sekitar lokasi kejadian.
“Kami akan memeriksa saksi-saksi dan mencari tahu SOP nya seperti apa, apakah ada pelanggaran aturan yang berpotensi membahayakan warga saat membangun pabrik,” kata perwira pertama (Pama) dengan tiga balokk di pundaknya ini.
Bila tindakan yang dilakukan tidak sesuai dengan stadart yang berlaku dan tidak mengantongi izin, bisa dilakukan penindakan.
“Kami terlebih dahulu fokus untuk mencari siapa pemilik gudang penyulingan oli ini,” imbuhnya.
Dari informasi yang berkembang di warga sekitar, gudang tersebut berdiri sejak tahun 2012 dan sempat tidak beroperasi antara 2013 hingga 2014. Pabrik kembali beroperasi pada awal 2014 namun kembali berhenti lantaran mendapat protes warga setempat, sebelum kembali beroperasi dua hari belakangan. (big/aim)